Menu

Mode Gelap
Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa Belajar dari Pohon Bambu Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

Agama Islam · 29 Apr 2025 06:08 WIB ·

Seandainya Kerajaan Inggris Runtuh, Bisakah Legitimasi Kesultanan Banten Pulih?


 Lambang Organisasi Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (BABAD BANTEN) Perbesar

Lambang Organisasi Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (BABAD BANTEN)

Seandainya Kerajaan Inggris Runtuh, Bisakah Legitimasi Kesultanan Banten Pulih?

Tangerang, 29/04/2025 (babadbanten.com). Tulisan ini hanyalah sebuah “andai kata” yang mengajak pembaca untuk merenung. Anda tidak harus menanggapinya dengan serius, tetapi jika Anda memilih untuk melakukannya, itu adalah sebuah kehormatan. Perandaian semacam ini dapat memperkaya wawasan kita dan membuka diskusi tentang sejarah besar peradaban.

Mengapa perandaian ini menarik? Karena perbincangan ini menyangkut peristiwa besar yang pernah terjadi, yaitu eksistensi Kesultanan Banten—sebuah kekuasaan yang memegang peranan penting dalam sejarah Nusantara.

Kemegahan dan Kejayaan Kesultanan Banten

Pada masa jayanya, Kesultanan Banten adalah simbol kekuasaan yang luar biasa. Pelabuhan Banten Karang Hantu menjadi pusat perdagangan internasional yang sangat sibuk. Istana Surasowan, tempat tinggal Sultan Banten, dikenal sebagai salah satu istana termewah di zamannya, dengan luas mencapai 1.000 hektar.

Namun, bukan hanya kemewahan yang membuat Kesultanan Banten istimewa. Kekuasaan ini juga menjadi simbol peradaban Islam di Nusantara. Gelar Daarul Aulia pernah disematkan pada Banten karena perannya sebagai pusat penyebaran Islam. Sultan secara langsung membimbing rakyat untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Rapat Para Wali di Era Sultan Maulana Yusuf

Di era Sultan Maulana Yusuf, rapat rutin dihadiri ribuan wali. Mereka berdiri rapi untuk mendengarkan petuah, nasihat, dan perintah dakwah Islam dari Sultan. Salah satu wali yang menjadi tangan kanan Sultan adalah Wali Jaya, yang makamnya berada di Banten Selatan.

Gerakan dakwah yang terorganisasi dengan baik ini berhasil menjadikan Islam sebagai way of life bagi masyarakat Banten. Hasilnya masih bisa kita rasakan hingga hari ini.

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN

4 Desember 2025 - 23:04 WIB

Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa

4 Desember 2025 - 03:46 WIB

Belajar dari Pohon Bambu

4 Desember 2025 - 02:35 WIB

Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat

3 Desember 2025 - 06:27 WIB

FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

3 Desember 2025 - 04:32 WIB

Untuk Apa Banyak-banyak Kawan

3 Desember 2025 - 03:51 WIB

Trending di Berita