Plan of The Experts 1928
DUNIA, ONE CURRENCY
M1 (Soekarno) menginginkan, dunia global menggunakan one currency dalam bertransaksi, sehingga tidak ada lagi ketimpangan antar negara seperti sekarang ini. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bank Dunia, dan IMF kini tengah mendorong ke arah itu. Apalagi kolateral emas sudah disiapkan oleh Nusantara yang saat ini sudah melimpah ruah di perbankan internasional.
Oleh: Safari Ans
Jakarta, Rabu 09/04/2025 (babadbanten.com). Setelah dapat mandat dari 128 Raja di dunia tahun 1928, menurut David E Robinson dalam bukunya “The Knight Templar, History of World Banking From an Asean Perspective”, Soekarno mulai menjalankan tugasnya dengan ikhlas, sabar, dan jujur tanpa minta imbalan. Karena tugas Plan of The Experts tahun 1928 bagi Soekarno adalah tugas mulia dari Allah.
Jika Anda mempunyai uang banyak di berbagai dunia, dan Anda ingin membuat dunia lebih baik dan lebih adil, bagaimana, dan apa yang harus dilakukan? Itu pertanyaan David dalam bukunya itu. Ini adalah pertanyaan serius. Orang-orang akan menghadapi problem untuk melaksanakan ini.
Tetapi harus dengan niat yang baik tentu bisa. Pertama, kumpulkan semua kekayaan itu dalam wadah yang besar. Kemudian aturlah yang kalian percaya untuk mengurusnya tapi dengan pengawasan cheks and balance in place (pengawasan ketat).
Tujuan Mandat Soekarno
Mandat yang diberikan 128 raja dunia kepada Soekarno (M1) bukan hanya soal aset saja. Tujuan utama The Plan of The Experts ada lima; 1. Menghapus kolonialisme di dunia. 2. Memerdekaan bangsa-bangsa dan membuat awal yang baik. 3. Mengontrol hutang negara baru. 4. Menyatukan dunia. 5. Membuat sebaik dan sebanyak mungkin bagi semua orang.
Salah satu tujuan utamanya adalah untuk membebaskan bangsa-bangsa dari kolonialisme. Bangsa-bangsa yang baru tersebut harus diperintah dengan demokrasi terpimpin. Ketika naik ke piramida kekuasaan dunia, disana harus ada sebuah forum dimana setiap bangsa mempunyai satu pilihan dan satu suara.
Ketika sudah siap M1 (Soekarno) harus mentransfer kekuasaannya ke badan atau lembaga pemerintah dunia tersebut. Itu yang disebut The United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa) atau PBB (bahkan Soekarno ditunjuk Ketua PBB, Red). Semua bangsa-bangsa yang lama maupun yang baru merdeka itu membutuhkan pembiayaan. Untuk kelancaran pergerakan uang, maka maka dibutuhkan bank sentral yang mengontrol semua Bank Sentral di dunia.
BIS (Bank of International Settlement di Switzerland direncanakan disusun untuk keperluan tersebut. Untuk memberikan akses kepada setiap orang dengan cara terbaik dan jelas mengenai infrastruktur dan pembiayaan, maka dibentuk Bank Dunia (The World Bank).
Tugas Bank Dunia untuk mengerjakan hal terbaik di bidangnya yang kemudian merencanakan solusi proyek dan infrastruktur di seluruh dunia. Mereka juga akan membiayai proyek yang tak dapat memenuhi persyaratan normal bank-bank komersial.
Peran FED
AS adalah begara pertama yang mendapatkan akses ke pendanaan besar menurut Plan of the Experts. FED meminjam sejumlah uang yang sangat besar dan membiayai “the New Deal” tahun 1930-an. AS diset sedemikian rupa menjadi pembebas bangsa-bangsa dan jagonya demokrasi seperti; Pertama, AS membangun kekuatan militer. Kedua, AS menjadi polisi dunia. Ketiga, AS mengontrol outcome dunia setelah Perang Dunia Kedua.
Untuk memperkuat peran AS tersebut, Presiden AS John F Kennedy (JFK) dan Soekarno (M1) membuat tiga perjanjian. Yakni; Perjanjian Tampak Siring Bali, Washington Agreement, Green Hilton Memorial untuk mentransfer ke AS emas sejumlah 140.000.000 kg (seratus empat puluh juta kilogram) untuk membackup penerbitan dollar baru AS pada Juli tahun 1963. Perjanjian itu mereka tandatangani 14 November 1963. Sayang, 22 November 1963 (delapan hari setelah neken Red) JFK dibunuh. Begitu tulis David E Robinson dalam bukunya itu.
Mereka juga menyetujui penggunaan uang cash dari FED (kini bank sentral Amerika Serikat, Red) dan bank-bank lainnya. Proyek Anda membutuhkan approval dari Bank Dunia untuk mendapatkan pembiayaan.
Untuk memasok uang cash pada sektor keuangan swasta dunia, Anda membutuhkan outlet, The FED mengambil peran ini. Disini telah terjadi “Cash Cow” (karena uang dollar Amerika Serikat dicetak tanpa kolateral emas ketika itu, Red) bagi sektor perbankan swasta dunia.
Mereka telah menyuplai semua bank-bank utama dengan pembiayaan 25 (dua puluh lima) top bank di seluruh dunia. Tidak hanya milik orang Amerika, tapi juga bangsa-bangsa lainnya.
Nah, disinilah mulai terjadinya semua kesalahan. The FED kemudian telah menjadi sebuah alat politik untuk mendorong agenda-agenda politik. Para pemilik (owners) The FED (dikabarkan Indonesia punya 78% di FED, Red) seringkali membajak keseluruhan sistemnya.
Untuk menolong keterpurukan ekonomi dunia, dan membimbing mereka sepanjang jalan, maka dibutuhkan IMF (International Monetary Fund). Pekerjaan mereka (IMF) adalah menjadi pemberi pinjaman dari bagian resort terakhir. “Kami akan membantu, namun”.
Disinilah, maka “Demokrasi Terpimpin” diperlukan untuk mengambil peran. Semua bangsa-bangsa kecil yang baru merdeka yang direncanakan saat itu akan mendapat kesulitan dan IMF diharapkan ada disana untuk mengatasi masalahnya.
Konfrensi Asia Afrika (KAA)
KAA yang diselenggarakan di Bandung 1955, dalam rangka Soekarno menjalankan tujuan kedua Plan of the Experts. Semula, M1 akan memberikan sertifikat obligasi kepada negara-negara Asia dan Afrika. Tetapi kemudian, FED, dan BIS tidak pernah mau mengikuti kebijakan M1 dan hasil KAA. Itu menjadi persoalan serius bagi Soekarno.
Perpecahan antara Indonesia dan Cina saja belum selesai sejak 1928, dan makin terpicu tahun 1934 setelah wafatnya PB X, sehingga kemudian M1 melirik AS dan JFK untuk membantu mengurangi kekuasaan FED. Sedangkan untuk Eropa, Soekarno telah membuat program Marshall Plan tahun 1946 sebagai kelanjutan dari pertemuan Breton Woods antara 1942-1943.
Tetapi rupanya, menurut David E Robinson, Bretton Woods melahirkan sistem trading yang dibuat oleh FED sehingga melahirkan Hyper Account. Dengan cara itu memberikan kekuasaan lebih besar ke ketiga kelompok yakni; FED, BoF, dan BIS untuk membiayai dunia versi mereka daripada versi M1 sendiri. Bahkan ada peluang bagi mereka untuk mengambil alih sistem perbankan dunia tahun 1963-1965.
Pengadilan Internasional
Untuk memecahkan masalah hukum internasional dan isu-isu kemanusiaan yang melampaui batas nasional, dibutuhkan Mahkamah Internasional (International Court of Justice). The Hague (Pengadilan di Den Haag Belanda) mengisi peran ini. Salah satu yang melahirkannya adalah Konvensi Jenewa (Geneva Conventions).
Dalam skema yang disepakati. Sebuah negara atau bangsa baru secara kemapanan berdiri dan berfungsi. Anda dapat menggabungkan mereka ke dalam blok yang lebih besar. Semuanya dalam rangka memenuhi kebutuhan, persatuan, perdamaian, dan kebersamaan.
Amerika Serikat dapat berdiri dan berkembang menjadi contoh dan solusi yang sama sebagaimana Eropa. Afrika, dan Asia juga. Proyek ini masih ada dalam grafik, namun jika Anda mengkaji berita-berita saat ini, Anda akan melihat bagaimana benih-benihnya dibatas sana.
Sebagaimana dengan Uni Eropa (EU), akan berada disana sampai tiba pada waktu yang tepat dan dapat bergerak dengan cepat. Perbedaannya dengan perencanaan asli adalah adanya kekuatan lain yang sekarang mendorong agenda yang sama dengan alasan ingin mengontrol sendiri.
Timeline-nya sudah sangat dekat, tepat, dan mirip. Waktunya kapankah semua ini akan terjadi dan bagaimana hal ini diimplementasikan. Sebagaimana adanya hari ini, kita akan berakhir dengan satu atau dua solusi. Sekarang ada perang untuk menguasai kontrol tersebut.
Pertama, uang kertas dunia yang dibackup oleh cadangan emas dikelola oleh dewan antar bangsa, atau. Kedua, solusi masyarakat tanpa uang cash yang secara mutlak dikuasai bank-bank atau para pemilik bank yang mengontrol suplai uang dan aliran uang.
Dalam buku ini juga disebutkan sebagai catatan bahwa tahun 2015 sudah hilang hambatan dalam dunia perdagangan (kecuali perang tarif AS dan Cina, Red). Juga disebutkan mestinya sebelum tahun 2020 dunia sudah gunakan One Currency. Semua lembaga keuangan dunia sedang mendorong ke arah sana.(Bersambung).***
Views: 4







