ORGANISASI DAN ISLAM
Tangerang, Sabtu 29/11/2025 (babadbanten.com)
Pengertian Organisasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, organisasi memiliki beberapa arti, yaitu : kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu; dan kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.
Prinsip Organisasi dalam Islam
Prinsip berorganisasi dalam Islam setidaknya ada 3 unsur yaitu Ubudiyah, Mas’uliyyah, dan Itqan, ini merupakan tiga konsep kunci dalam etika berorganisasi dan kehidupan seorang Muslim yang menekankan pada penghambaan, tanggung jawab, dan kesempurnaan.Ubudiyah berarti penghambaan diri kepada Allah, Mas’uliyyah berarti mengemban tanggung jawab,dan Itqan adalah melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan teliti. Menggabungkan ketiga nilai ini mendorong seorang Muslim untuk bekerja dengan niat yang ikhlas, penuh amanah, dan menghasilkan kualitas kerja yang terbaik.
Apakah Umat Muslim perlu Berorganisasi ??
Ya, umat Islam perlu berorganisasi karena berorganisasi adalah perintah agama yang didasarkan pada ayat Al-Qur’an, seperti perintah untuk tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa (QS. Al-Maidah: 2) serta anjuran untuk membentuk kelompok yang kuat dan teratur. Organisasi menjadi wadah penting untuk memperjuangkan tujuan, menyalurkan aspirasi, memperkuat persaudaraan sesama Muslim, dan menjalankan dakwah amar makruf nahi munkar secara kolektif.
Alasan umat Islam perlu berorganisasi:
Perintah agama: Islam menganjurkan umatnya untuk berorganisasi. Ini didasarkan pada ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan tolong-menolong dalam kebaikan dan tidak dalam keburukan (QS. Al-Maidah: 2) dan ajakan untuk menjadi satu barisan yang kokoh (QS. Ash-Shaf: 4).
Wadah perjuangan kolektif: Organisasi menjadi sarana efektif untuk menyalurkan energi kolektif guna mencapai tujuan bersama, baik dalam hal dakwah maupun kemaslahatan umat.
Memperkuat persaudaraan: Melalui organisasi, umat Islam dapat saling menguatkan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis bahwa seorang mukmin terhadap mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan (HR. Bukhari dan Muslim).
Menjalankan dakwah: Organisasi berfungsi sebagai kendaraan atau wasilah untuk melaksanakan dakwah Islam secara lebih sistematis dan efektif, termasuk dalam hal amar makruf nahi munkar (menyuruh yang baik dan mencegah yang buruk).
Membangun kekuatan masyarakat sipil: Organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dan mampu meredam konflik sosial dengan memperkuat masyarakat sipil.
Peribahasa “kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir” yang sering diatribusikan kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib KW menekankan pentingnya organisasi, strategi, dan kerjasama untuk menyebarkan kebenaran agar tidak kalah oleh kebatilan yang terstruktur dengan baik. Kutipan ini juga menjadi pengingat untuk berupaya menyajikan informasi yang benar secara sistematis demi melawan penyebaran berita bohong (hoaks). Ini bukan berarti kebenaran itu sendiri lemah, melainkan karena metode penyampaiannya tidak efektif. Sebaliknya, kebatilan dapat meraih kemenangan karena lebih sistematis, terorganisir, dan sering kali memiliki sumber daya yang lebih terarah.
Dalam konteks modern, ungkapan ini relevan untuk menghadapi maraknya hoaks, di mana penyebaran informasi yang salah secara terorganisir dapat mengalahkan kebenaran yang disampaikan secara sporadis atau tidak sistematis. Untuk mengatasi hal ini, kebenaran perlu diorganisir, disajikan dengan cara yang terstruktur, dan disebarkan secara sistematis agar dapat diterima oleh masyarakat dan tidak dikalahkan oleh narasi kebohongan.
Penulis Saadulloh, SE, MM, Ketua III Pengurus Wilayah Jatma Aswaja Provinsi Banten
Editor : TubagusS
















