499 Tahun Kesultanan Banten: Sebuah Refleksi
Tangerang, Kamis 27/11/2025 (babadbanten.com). Seandainya Kesultanan Banten masih berdiri tegak dengan kekuasaan Politik yang masih utuh, apakah Rakyat Banten masih hidup dalam lingkaran kemiskinan dan kebodohan? Atau seandainya Kesultanan Banten masih tegak berdiri apakah diusianya yang ke 499 tahun Rakyat Banten hidupnya makmur sejahtera dan bahagia?
Dua pertanyaan ini meskipun bentuknya berandai-andai tapi memaksa kita untuk memikirkan secara serius Masa Depan “Kesultanan Banten”. Mengapa? Sebab “Kesultanan Banten” bukan sekedar batas geografi, Cerita tentang Budaya, Religiusitas dan kekayaan yang melimpah ruah.
Tapi, Kesultanan Banten lahir dari napas dan dzikir para Wali, Kasepuhan, Mujahid dan seluruh rakyat Banten yang mencita-citakan tegaknya Islam sebagai ajaran Rahmatan Lil Alamin sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Inilah yang harus benar-benar kita renungkan dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih dan sikap yang objektif.
Sekalipun di generasi kita sebagai penerus, Kesultanan Banten tidak ada lagi kemegahan Istana Surosowan, tidak ada lagi hiruk pikuk Bandar Pelabuhan Karang Hantu dan tidak ada lagi orang eropa, arab dan China yang berdagang di Banten tapi kita masih memiliki tetesan dzuriat yang masih bisa tumbuh dan bertumbuh besar.
Spirit ini harus kita rawat, kita pupuk dan terus kita sirami dengan semangat juang. Kami yakin dengan keteguhan Iman dan Islam yang kita pegang teguh Kesultanan Banten dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan tetap lestari abadi.
Di usia yang ke 499 tahun Kesultanan Banten, kita semua sebagai dzuriat Sultan Banten mengajak kepada seluruh dzuriat untuk saling asih, saling asuh, saling asah dan saling mewangian.
Kita harus percaya, Masa Depan Kesultanan Banten pasti akan harum kembali.(10155)
Penulis Tubagus Soleh, Ketua Umum Pucuk Umun BABAD BANTEN
Editor : TubagusS
















