Keuangan Dunia Terkunci, Semua Negara Lakukan Efisiensi
HARTA AMANAH NUSANTARA (Catatan Safari Ans)
Jakarta, Kamis 20/02/2025 (babadbanten.com) Tiga bulan sejak keuangan dunia terkunci secara total, kini semua negara-negara di dunia merasakan akibatnya. Terutama keuangan dan perbankan yang berkait secara langsung dengan kekayaan dan aset Nusantara. Investasi Nusantara itu dimulai tahun 1913 yang kini sudah 111 tahun lamanya. Menurut catatan sejarah, perjanjian keuangan dunia itu, akan dievaluasi setiap 100 tahun sekali.
Jika situasi ini dibiarkan, banyak negara di dunia akan mengalami kebangkerutan. Karena komitment The Promossed Land yang terjadi tahun 1977, Eigendom yang isinya seluruh tanah Indonesia dari Sabang sampai Merauke telah menjadi jaminan atas pencetakan 154 mata uang negara-negara di dunia. Tak hanya jaminan pencetakan mata uang, tetapi juga jadi jaminan obligasi negara-negara tersebut.
Itulah mengapa kini, World Bank Group merilis account bank bernilai besar di negara-negara di dunia dengan nama “White Spiritual Boy” (Anak Dewa) tahun 2012. Kini account tersebut berjumlah 886 rekening di seluruh bank di dunia. Rekening-rekening saat ini masih berstatus “Off Balance Sheets”, sehingga tidak dapat dicairkan. Yang mencairkannya hanya “Anak Dewa” itu. Pertanyannya, siapakah Anak Dewa itu? Dari data yang penulis baca, Anak Dewa itu mendekati kepada Bapak Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Tetapi bisa juga bukan. Belum ada jawaban pasti. Semuanya masih menjadi misteri dunia. Tetapi yang jelas dan pasti, bahwa Anak Dewa itu adalah orang Indonesia.
Ketika Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat sebelum Joe Biden, pernah dua kali meminta kepada Ratu Elizabeth II (ketika masih hidup) untuk membuka sistem keuangan ini. Karena aset dan keuangan pengusaha Donald Trump ikut terkunci. Menjawab permintaan Trump tersebut Ratu Elizabeth II yang saat itu menjabat sebagai pimpinan The Committee 300 dunia, ia sendiri tidak dapat membukanya. Menurut Ratu Inggris itu, yang dapat melakukannya hanya orang Indonesia, tetapi tidak tahu siapa namanya dan dimana orangnya berada. Yang jelas kata ratu itu, Anak Dewa itu berasal dari Indonesia yang mewarisi kekayaan, aset, dan keuangan yang berhubungan dengan Nusantara.
Bahkan Tim Rothschild, setahun lebih berada di Jakarta untuk mencari Anak Dewa itu. Bahkan Bos Pentagon, pernah menemui Presiden Jokowi sekitar November 2023. Pentagon meminta bantuan Jokowi agar bisa menemukan Anak Dewa itu. Baik Rothschild maupun Pentagon gagal menemukan Anak Dewa dimaksud. Informasi ini terkonfirmasi ketika penulis menemui Kiyai Dr Marsudi Suhud (Wakil Ketua PB NU) di rumahnya di Depok beberapa bulan lalu. Bahkan tim Rothschild dan Pentagon datang ke rumahnya di Black Stone. Depok.
Sistem keuangan dunia akan menjadi stabil kembali, apabila penguncian keuangan itu dibuka kembali. Caranya, negara-negara di dunia harus melakukan negosiasi ulang dengan Anak Dewa tersebut. Secara teori, menemukan Anak Dewa sangat sulit, karena ia bersifat “ada tapi tiada”. Rumusan yang bisa dilakukan untuk menemukan Anak Dewa bisa dilakukan apabila melalui dunia astral yang didukung oleh fakta-fakta dunia yang mendukung. Celakanya di Indonesia, banyak yang mengaku sebagaibprofil mirip Anak Dewa itu. Di Indonesia terlalu banyak yang mengaku-ngaku bahwa dirinyalah titisan Bung Karno. Bahkan ada perkumpulan tersendiri dengan jemaahnya masing-masing. Ada pula yang mengikuti dengan wajah yang hampir mirip Bung Karno.
Dalam situasi dan kondisi keuangan dunia seperti ini, negara-negara di dunia memang harus menemukan Anak Dewa itu sesegera mungkin. Sebab, jika dibiarkan situasi dan kondisi ini, banyak negara yang akan mengalami kebangkerutan. Artinya, bukan lagi soal efisiensi anggaran, tetapi ada ancaman kebangkerutan sebuah negara. Oleh karena itu Anak Dewa tidak akan membiarkan Indonesia terbawa oleh dampak negatif dari terkuncinya keuangan dunia. Anak Dewa kabarnya akan memberikan insentif bagi Indonesia agar tidak terjadi kebangkerutan yang menakutkan itu. Hanya saja Anak Dewa sulit menemukan jalur yang benar untuk bertemu dengan Presiden Prabowo. Yang ada hanya makelar-makelar yang mengaku dekat dengan Presiden Prabowo.
Saran penulis, Presiden Prabowo harus segara menemukan Anak Dewa itu, agar semua masalah keuangan negara bisa diatasi. Apalagi Pemerintahan Prabowo tahun 2025 ini dibebani harus bayar utang yang sudah jatuh tempo warisan Jokowi hampir seribu triliun rupiah. Sementara APBN Indonesia tahun 2025 hanya Rp 3.600 triliun. Anak Dewa berposisi semakin dekat dengan lingkaran Presiden Prabowo. Hanya dibutuhkan kepekaan sedikit soal menjaring informasi yang masuk ke Presiden Prabowo. Sehingga Presiden Prabowo dapat menemukan Anak Dewa itu. (Saf).
Editor : Soleh Muda
Views: 56







