Janji kemerdekaan tidak dipenuhi, Nasionalisme Rakyat akan luntur
Tangerang, Sabtu 19/09/2026 (babadbanten.com). Apa alasan kuat para kaum bangsawan kerajaan dan kesultanan di Nusantara bersedia menjadi satu ikatan kebangsaan bernama Indonesia?
Bila kita telisik minimal ada tiga. Pertama ingin mengusir Kerajaan Nederland yang dianggap penjajah. Bila sendiri-sendiri maka kecil kemungkinan bisa mengusir Penjajah Nederland. Maka diperlukan suatu kekuatan besar yang bisa mengungguli kekuatan Nederland yang disokong penuh oleh Benua Eropa.
Kedua, kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat kerajaan dan kesultanan Nusantara. Janji kemerdekaan Bangsa Indonesia adalah mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Kerajaan dan kesultanan Nusantara.
Komitmen ini wajar harus dipenuhi oleh Republik karena semua wilayah Kerajaan dan kesultanan masuk dalam wilayah kekuasaan politik Republik Indonesia. Itu berarti semua kekayaan kerajaan dan kesultanan Nusantara ada dalam genggaman Republik Indonesia.
Maka benar bila sekarang para pewaris tahta kerajaan dan kesultanan Nusantara menuntut janji kemerdekaan ini kepada pemerintah Republik Indonesia.
Tentu tuntutan para pewaris tahta kerajaan dan kesultanan Nusantara harus mendapat perhatian serius dari pemerintah Republik Indonesia baik di tingkat pusat maupun daerah.
Jangan terkesan kacang lupa pada kulitnya. Sudah diberi, difasilitasi bahkan disokong dengan sepenuh hati malah lupa akan janji kemerdekaan.
Ketiga, Republik Indonesia akan menjadi mercusuar Dunia.
Dengan kekayaan, kekuatan dan kekuasaan yang luar biasa. Janji kemerdekaan yang kedua dan ketiga seharusnya sudah bisa terpenuhi. Sebab semua daya dukung untuk memenuhi janji kemerdekaan sangat memadai dan berlimpah. Kesetiaan Kaum Bangsawan dan Rakyat terhadap Republik total.
Itu artinya Tegaknya Republik Indonesia yang diproklamasikan oleh Soekarno Hatta atas nama Bangsa Indonesia merupakan wujud nyata dukungan kaum bangsawan dan rakyat kerajaan dan kesultanan Nusantara.
Seharusnya dengan dukungan yang berlimpah tersebut Republik Indonesia bisa mewujudkan janji kemerdekaan itu tepat pada usianya yang ke 50 tahun. Orang menyebutnya Tahun emas.
Namun semua itu isapan jempol belaka. Tidak terwujud. Malah sekarang kita saksikan prilaku korup para pemegang kekuasaan semakin mengerikan. Pungutan Pajak semakin memberatkan rakyat. Dan rakyat sudah mulai berani lantang berteriak.
Bila hal ini dianggap remeh dan sepele, tunggulah waktunya pasti kemarahan rakyat akan meledak bak tsunami Krakatau yang bakal menyapu bersih najis-najis Belanda di tanah Banten dan Nusantara. Dan rasa nasionalisme rakyat akan luntur. (Penulis Tubagus Shoodrun)
Views: 8







