Beranda / Trending / Iran akan kehilangan Simpati Rakyat Indonesia, Seandainya benar melarang Tanker Pertamnina Lewat Hormuz

Iran akan kehilangan Simpati Rakyat Indonesia, Seandainya benar melarang Tanker Pertamnina Lewat Hormuz

Iran akan kehilangan Simpati Rakyat Indonesia, Seandainya benar melarang Tanker Pertamnina Lewat Hormuz

Tangerang, Rabu 01/04/2026 (babadbanten.com). Perang Horizontal antara Amerika Israel Vs Iran telah melahirkan perang urat syaraf di Indonesia. Ada yang berupaya memanfatkan perang horizontal ini untuk mendiskritkan Pemerintah dan ada juga yang berusaha meyakinkan Pemerintah Prabowo Gibran untuk bisa mengambil keuntungan dari perang horizontal ini.

Yang menarik perhatian babadbanten.com adalah berita yang berseliweran tentang dilarangnya Kapal Tanker Pertamina di oleh Iran di Selat Hormuz. Berita tersebut berpotensi akan sangat merugikan Iran ke depannya. Seandainya benar Iran menahan Kapal Tanker Pertamina karena “balas dendam” atau “sakit hati” dengan Sikap Pemerintah Indonesia yang di pimpin Presiden Prabowo.

Terlepas apapun, bila narasi ini terus di goreng dan di jejali kepada Rakyat Indonesia bahwa harga BBM naik disebabkan karena kapal Tanker Pertamina di tahan Iran maka Iran akan rugi besar. Persepsi Rakyat akan terbangun bahwa penyebab utama naiknya Pertalite, Pertamax dan Gas 3 Kg adalah Iran.

Narasi ini berpotensi akan di goreng dengan kencang. Karena Pemerintah tidak ada alasan yang rasional kecuali di tahannya kapal Tanker Pertamina oleh Iran. Bila hal ini tidak di respon dengan positif oleh Iran maka peluang untuk menyudutkan Iran di hadapan rakyat Indonesia menemukan jalannya dengan lapang. Tentu saja Amerika Israel akan senyum-senyum penuh kemenangan. Artinya loby amerika israel di Indonesia akan mendapatkan legitimasi yang kuat. Bahwa semua penyebab kelangkaan dan kenaikan BBM adalah Iran.

Mumpung belum terlalu dalam narasi ini berseliweran, Pemerintah Republik Islam Iran harus segara merespon suara rakyat Indonesia. Agar Kapal Pertamina diperbolehkan melewati selat Hormuz. Sehingga Iran tidak menjadi korban narasi gelap yang dimainkan oleh “shaddaw master”.(101).

Editor : Wira Soleh XVII

Views: 22

Tag:

Tinggalkan Balasan