Beranda / Trending / Falsafah Jawa: Kearifan Lokal Sarat Makna

Falsafah Jawa: Kearifan Lokal Sarat Makna

8. Ajining Diri Saka Lathi, Ajining Raga Saka Busana

(Kehormatan Diri dari Ucapan, Kehormatan Raga dari Penampilan)
Manusia dihormati karena tutur kata dan perilakunya. Oleh karena itu, menjaga ucapan dan tindakan menjadi sangat penting.

9. Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani

(Di Depan Memberi Teladan, Di Tengah Membangun Prakarsa, Di Belakang Memberi Semangat)
Pepatah ini menjadi semboyan pendidikan nasional, mengajarkan pentingnya peran pemimpin dalam memberikan inspirasi.

10. Mikul Dhuwur Mendhem Jero

(Menjunjung Tinggi, Memendam dalam-dalam)
Anak diajarkan untuk menghormati orang tua, mengangkat nama baik mereka, serta menyimpan rapat segala aibnya.

11. Becik Ketitik Ala Ketara

(Kebaikan Terlihat, Kejahatan Terdeteksi)
Pepatah ini mengingatkan bahwa segala perbuatan, baik atau buruk, pada akhirnya akan terlihat. Oleh karena itu, perbanyaklah perbuatan baik.

12. Aja Rumangsa Bisa, Nanging Bisa’a Rumangsa

(Jangan Merasa Bisa, Tapi Rasakanlah Kesadaran Diri)
Kesombongan akan membawa kehancuran. Sebaliknya, kerendahan hati menunjukkan kebijaksanaan seseorang.

13. Aja Dumeh

(Jangan Sombong Terlebih Dahulu)
Pepatah ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kerendahan hati dalam setiap situasi, terutama sebelum memastikan kemenangan.

14. Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe

(Tidak Berorientasi Pamrih, Bersemangat dalam Berkarya)
Falsafah ini mengajarkan agar kita tidak mencari pujian, melainkan fokus bekerja dan memberikan manfaat bagi orang lain.

sumber tulisan Grup WA DEKKAN

Views: 0

Halaman: 1 2

Tag:

Tinggalkan Balasan