Dongeng IKN
Tangerang, Senin 24/11/2025 (babadbanten.com). Di balik cercaan bahwa IKN merupakan ambisi Presiden ke 7, serta menghabiskan dana APBN menjadi kota Hantu, dsb. Namun ada kisah dongeng mengenai IKN yang tidak banyak yang tahu.
Kisah ini di awali 50 tahun yang lalu. Ada pertemuan sesepuh nusantara di Parangtritis Yogyakarta yang mewakili kerajaan dan kesultanan yang mempunyai andil dalam mendirikan negara ini.
Dari Banten di wakili oleh 3 sesepuh utama yaitu Tubagus Abah Abdurrahman Tangerang, Tubagus Mursin Pakuhaji Tangerang dan Tubagus Ghozali Tanara Serang.
Dalam pertemuan tersebut, di antara banyak keputusan yang diambil, ada 3 keputusan yang diminta oleh sesepuh yang mewakili Banten :
1. Banten akan memisahkan diri dari propinsi Jawa Barat dan membentuk Propinsi Banten.
2. Ibu kota Pemerintahan pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
3. Jakarta berubah dari Daerah khusus ibukota menjadi Daerah Istimewa Jakarta.
Selain keputusan tersebut, juga diputuskan bahwa dana Banten yang digunakan oleh NKRI akan dikembalikan, diwakilkan kepada Keturunan ke 9 Sultan Ageng Tirtayasa sebagai perwakilan.
(Dokumen ini ada di Sekneg, tertulis dalam dokumen tersebut silsilah yang dimaksud, sampul dokumen tersebut dari kulit kayu berwarna coklat)
Waktu terus berjalan, 28 tahun setelah pertemuan tersebut, pada tanggal :
– 4 Oktober 2000, Banten memisahkan diri dari Jawa Barat, membentuk Propinsi Banten.
– 11 Oktober 2024 IKN diresmikan
– 12 Juli 2025, Leluhur Banten mengirim utusan ke Kalimantan Timur membawa segenggam tanah Banten untuk diserahkan ke Panglima Burung dan 1 Leluhur Kalimantan, sebagai tanda rekonsiliasi dan persatuan.
Dari informasi yang penulis dapatkan, yang diutus Leluhur Banten ke Kalimantan infonya Cucu Buyut Nini Sekar Batu Hitam Pandeglang, yang bernama Aji Bagaskara Wirakusuma. Nini sekar adalah putri Eyang Aji dan Guru dari Nyimas Mayangsari Pamarayan.(10155)
Penulis Hindarso, WNI Pelaku Spiritual Tinggal di Banten
Editor : TubagusS
















