Didit yang dihina-hina, Didit yang Bakal Jadi Presiden
Tangerang,Rabu 23/04/2025 (babadbanten.com). Sikap Didit Hediprasetyo yang rendah hati dan mau menyambung tali silaturrahim dengan para pinisepuh bangsa seperti Ibu Hajjah Megawati Soekarnoputeri, Haji Soesilo Bambang Yudhoyono, Haji Joko Widodo dan para tokoh lainnya merupakan itu bukti nyata yang bisa kita lihat bahwa Didit Prabowo Subianto mewarisi keluhuran budi sang bapak dan sang Kakeknya yang selalu melakukan kegiatan sambung rasa dengan rakyat.
Di zaman sang Kakeknya sebagai Presiden kita mengenal kegiatan kelompencapir yang rutin dilakukan oleh Presiden Soeharto. Kelompencapir itu merupakan singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pemirsa khusus untuk petani dan nelayan untuk menyampaikan langsung segala keluhan, masalah dan harapannya langsung kepada Presiden. Kegiatan inilah Sang Presiden merumuskan segala kebijakan Program Kerja yang kita Kenal dengan Repelita, Rencana Pembangunan Lima Tahun. Sebuah Rencana Pembangunan yang terukur, sistematis dan berkelanjutan.
Keberhasilan dari program yang tersusun dari Repelita ini hasilnya sangat membanggakan kita semua. Indonesia berhasil swasembada Pangan, Ekonomi maju, dan Pembangunan Insfrastruktur pun berjalan sesuai rencana. Meskipun bila di bandingkan dengan zaman now ya pasti jauh tidak sebanding.
Sang Kakek sangat serius membangun Bangsa dan menjadikan Indonesia bangsa yang maju dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika dan berpegang teguh pada dasar negara Pancasila sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Hasilnya Indonesia menjadi negara yang disegani oleh kawan maupun lawan. Dalam catatan kita, hanya Presiden Soeharto yang mampu menghentikan perang di Bosnia Herzegovina dan berani langsung ke medan perang. Hasilnya pun Bosnia Hezegovina kini menjadi negara yang berdaulat dan merdeka.
Tidak berbeda Sang Kakek, Sang Ayahnya pun adalah seorang Prajurit pilihan. Pernah memimpin pasukan elit terkuat Indonesia bahkan Dunia. Tidak manja dan tidak “ngemenak” (orang sunda : tidak so menak). Untuk menjadi Presiden sang ayah pun harus mengalami proses panjang. Dihina-hina, dicaci-caci bahkan tidak jarang menjadi bahan olok-olok. Namun semua itu dilakoni dengan lapang dada dan jiwa besar. Kita bisa lihat ketika lawan politik beliau memberi nilai 11/100 beliau mampu tidak marah dan menerima dengan lapang dada. Hasilnya sungguh sangat mengejutkan simpati publik malah semakin besar.
Didik sebagai anak Presiden dan cucu dari Presiden RI ke 2 pun tidak luput dari bahan ejekan dan hinaan. Akun fufufafa merupakan bukti otentik. Sang Ayah yang ikut kontestasi, sang anak yang menjadi bahan ejekan. Namun sekali lagi, Didit tidak beraksi bahkan menolak untuk memproses secara hukum. Jiwa besar dan lapang dada menerima segala yang Tuhan anugerahkan baik yang menyenangkan maupun yang dipandang tidak menyenangkan merupakan modal penting bagi seorang pemimpin bangsa di masa depan.
Bila kita membaca dengan seksama dari semua peristiwa politik hingga detik ini, Apakah Didit Hediprasetyo yang dihina-hina justru bakal menjadi Presiden Indonesia selanjutnya? Jawabannya tunggu waktunya akan tiba. (Raden Sadrun Muda)
red/babadbanten.com
Views: 0







