DEPOSITO BANK DUNIA DAN IMF HINGGA SERIBU TAHUN
Oleh: Safari “ANS”.
Tangerang, Jum’at 23/05/2025 (babadbanten.com). Aset Nusantara dan Aset Dunia ternyata berkait dengan para Nabi dan Rasul. Dalam dokumen resmi Bank Dunia dan IMF, disebut Codename atas nama Nabi Daud As, Nabi Muhammad Saw, dan Nabi Isa As. Yang disebut King of Kings adalah Allah (Tuhan) itu sendiri. Manusia tidak ada yang berperan sebagai Raja dari Segala Raja. Apalagi zaman now.
Sebenarnya ada enam nama yang menjadi “codename” atau menjadi konsideran utama tentang Aset Dunia dan Aset Nusantara. Jika melihat namanya, tidak mungkin mereka manusia biasa. Mereka adalah setingkat Nabi, Rasul, dan Dewa. Betapa malunya, jika ada manusia biasa yang mengaku sebagai codename atau sebagai pemilik account dana abadi umat manusia itu.
Dalam dokumen resmi World Bank Group dan The Committee 300 disebut enam Codename sebagai awal lahirnya konsep dana abadi umat manusia. Ada nama White Spiritual Boy atau bisa disebut “Anak Dewa”, lalu ada Spiritual Wonder Boy atau bisa disebut “Anak Ajaib”. Morning Star (Putra Sang Fajar), King David (Raja Daud atau Nabi Daud As), Prophet Muhammad (Nabi Muhammad Saw), dan codename Demas and Saint Timothy (Isa Almasih atau Nabi Isa As).
Sedangkan skenario HM King ASM (Anthony Santiago Marthin) sudah gagal total, sejak King ASM yang berasal dari Philipina itu mengundurkan diri dari permainan skenario ini tahun 2017. Skenario jahat ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2007. Saat itu, seluruh lembaga otoritas keuangan dunia dan seluruh kepala negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah menandatangani ini dokumen resmi World Bank Group ini. Termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani. Tetapi, oleh Bank Dunia Grup dan The Committee 300, dokumen ini baru dirilis tahun 2012 berikut nama bank, nomor rekening, dan isinya yang telah dibukukan berdasarkan tahun buku 2010.
Dalam dokumen tersebut, di Bank Dunia dan IMF (International Monetary Fund) ada 13 rekening sebagai dana abadi umat manusia di Bank Dunia dan di IMF. Nilai rekeningnya sangat fantastis dengan angka hingga sampai 100 (seratus) digit. Rekening induk ini, bisa digunakan sesuai time depositnya. Ada yang berumur (berjangka) 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun, 60 tahun, 70 tahun, 80 tahun, 90 tahun, 100 tahun, 500 tahun, dan 1.000 tahun. Bunganya 4% (empat persen) setahun. Setiap jatuh tempo hanya bisa diambil 50% (lima puluh persen saja), 50% lagi tetap disimpan lagi sesuai time deposit 13 rekening tersebut.
Dokumen World Bank Group dan The Committee 300 yang rilis paling akhir terjadi pada 26 November 2012 itu, berisi 886 rekening yang tercatat di seluruh bank di semua negara di dunia. Dokumen itu dirilis di Kantor Pusat Bank Dunia di Amerika Serikat. Dari urutan 886 rekening itu, rekening enam bank di Indonesia tercatat urutan 243-BCA (USD 5,9 triliun, 244-Danamon (USD 13,1 triliun), 245-Mandiri (USD 13 triliun), 246-BNI (USD 13,1 triliun), 247-BRI (USD 21 triliun), dan 248-Lippo (USD 13,1 triliun). Angka itu berdasarkan pembukuan Desember 2010.
Bank Indonesia, ternyata masih menggunakan data lama. Misalnya BCA hanya tercatat USD 400 miliar, Danamon USD 900 miliar, Mandiri USD 1 triliun, BNI USD 900 miliar, BRI USD 2 triliun, dan Lippo USD 900 miliar. Data itu dirilis Bank Indonesia 1 November 2012. Kalau menunggu 25 hari saja, pasti Bank Indonesia sudah bisa membukukan angka terbaru seperti yang dirilis Bank Dunia Grup tersebut di atas. Lalu Bank Indonesia mengkonversi dalam kurs rupiah berbeda. Misalnya BCA dengan kurs Rp 1.988 per USD, Danamon Rp 1.992 per USD, Mandiri Rp 1.992 per USD, BNI Rp 1.992 per USD. BRI Rp 1.493 per USD, dan Lippo Rp 1.992 per USD. Total nilai keenam rekening Anak Dewa (White Spiritual Boy) tercatat Rp 11.152 triliun atau USD 6,1 triliun. Angka Rp 11.000 triliun ini sempat disampaikan Presiden Jokowi di depan Kongres KADIN di Jakarta yang videonya sempat viral.
CODENAME DANA ABADI
Dana abadi umat manusia di Bank Dunia dan IMF hanya tercatat atas nama (account name) White Spiritual Boy (Anak Dewa) dan Spiritual Wonder Boy (Anak Ajaib). Kedua figur manusia ini, tidak ada manusia yang tahu dimana keberadaannya. Karena kehidupannya tidak seperti manusia biasa. Kalangan perbankan dunia papan atas pun, menyebut pemilik account name ini dengan sebutan “Ghost Owner”. Karena dia bersifat ada, tetapi tiada. Jika diajak rapat, dia akan datang tepat waktu, tetapi tidak terdeteksi darimana datangnya dan melalui tangga yang mana dia lalui. Tiba-tiba saja saja sudah duduk di ruang rapat. Itulah maka disebut Anak Dewa dan Anak Ajaib atau Ghost Owner. Lalu kenapa ada manusia biasa yang mengaku sebagai owner? Jadi bahan tertawan zaman now.
Sekedar membuktikan bahwa Ghost Owner memang ada dan aktif dalam mengendalikan 886 rekening tersebut, bisa dibuktikan bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mencairkan rekening-rekening tersebut hingga kini, termasuk konspirasi yang dibuat King ASM tersebut di atas. Padahal sudah didukung oleh semua lembaga keuangan dan perbankan dunia, termasuk semua kepala negara anggota PBB. Apalagi status rekening tersebut masih berstatus “off balance sheets”. Hanya bankir gila yang bisa mentransfer rekening bank berstatus seperti itu. Mengapa begitu? Karena kolateral atas nilai uang yang ada di 886 rekening belum di-ON-kan oleh Anak Dewa dan Anak Ajaib tadi. Yang bisa mencairkan hanya dia. Kabarnya Anak Dewa dan Anak Ajaib tidak bisa mencairkannya kecuali ada izin dan restu dari Codename lainnya. Ada Nabi Daud (King David), ada Nabi Muhammad Saw, ada Nabi Isa AS, dan lainnya yang tidak tertulis. Karena mereka tidak mati seperti yang kita duga. Mereka tetap hidup di dunia astral. Sebab boleh saja, izin terakhir adalah King of Kings. Yang dimaksud dengan King of Kings disini adalah Allah (Tuhan) itu sendiri, bukan manusia. Jadi jangan pernah ada yang mengaku dirinya sebagai King of Kings. Jika ada yang mengaku, akan ditertawakan orang di seluruh dunia.
Bangsa Amerika percaya betul, bahwa Tuhan itu berhubungan dengan uang. Dan peredaran uang diatur oleh Tuhan. Maka setiap lembar Dolar Amerika Serikat selalu tertulis “In God We Trust”. Dan terbukti memang ada hubungannya seperti penulis sampaikan di atas tadi.
SISTEM BARU ASET NUSANTARA
Hasil riset saya saat ini, menunjukan bahwa sejak Tahun 2024, semua sistem Aset Nusantara sudah berubah total dan bersifat mendasar. Sudah tidak berlaku dokumen lama itu. Dan, sudah tidak berlaku mandat yang pernah diberikan oleh siapapun (termasuk eyang-eyang atau sesepu. Apapun format mandat itu, kini sudah tidak berlaku. Kini, semua era baru Aset Nusantara; full digitalisasi. Full maya (avatar) astral dan fana’.
Pada era ini yang disebut dokumen itu adalah mekanisme tubuh manusia yang bersangkutan (orang yang dipercaya). Tubuh adalah mekanisme dan organisme Aset Nusantara sebagai humanity cyber dokumen yang sesungguhnya. Walaupun begitu, Anak Dewa tetap menghargai pihak yang pegang dokumen asli atau cetak. Artinya tidak batal, tetapi tidak bisa dicairkan tanpa sistem baru tersebut.
Sistem baru Aset Nusantara kali ini, tidak bisa disentuh manusia biasa. Seberapa pun canggih teknologinya, toh teknologi manusia sekarang masih berbasis algoritma dalam komputer mereka. Apalagi hanya berbasis teknologi AI. Dalam Aset Nusantara itu teknologi AI itu dianggap sudah usang. Padahal teknologi berbasis AI tu, baru kita nikmati saat ini. Tetapi kemajuan teknologi Aset Nusantara dan Dunia, sudah jauh melampaui teknologi manusia sekarang.
Sistem Baru Aset Nusantara kini sudah berbasis partikel Tuhan (God Particle). Karena sandi, pin, code, dan password, a
Bersumber dari ayat-ayat suci yang yang terdapat dalam kitab suci agama Samawi. Karenanya yang bisa dipercaya melaksanakan tugas-tugas ini adalah orang-orang yang memiliki trah suci berdasarkan prinsip The Blooding Illuminated System. Dan tidak ada yang orang yang dipercaya di luar sistem ini untuk menjalankan Aset Nusantara dan Aset Dunia (termasuk dana abadi umat manusia).
Atas dasar ini, siapapun tidak berhak mengklaim, bahwa Aset Nusantara dan Aset Dunia atau Dana Abadi Umat Manusia berada di tangan Anda, kalau Anda masih hidup seperti manusia biasa. Dimana Anda kesana kemari masih perlu mobil atau masih perlu pesawat terbang. Apalagi ada yang mengklaim, kalau tidak tandatangan dirinya Aset Nusantara dan Aset Dunia tidak akan cair. Bahaya. Bisa-bisa King of Kings tersebut di atas marah. Seharusnya ditakuti, karena dia adalah yang menguasai hidup dan matinya manusia. Ampun ya Tuhan. ***
















