Pesantren Harus Berperan di Tengah, Bukan di Pinggir
Tangerang (babadbanten.com). Tidak lagi zamannya bagi pesantren hanya berdiam diri atau menunggu umat datang. Kini, pesantren harus mengembangkan kepemimpinan transformatif yang melayani umat secara aktif. Dalam era teknologi informasi yang serba cepat, kepemimpinan para kiai harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Kehadiran ini penting agar umat merasakan ketenangan di tengah gejolak sosial yang terus menderu.
Hal ini disampaikan oleh KH Tubagus Sehabudin Assa’idiy, Mudir JATMAN Wustho Banten, dalam wawancara dengan babadbanten.com, Kamis (09/01/2025) di Ndalem Pesantren Daarussa’adah.
Pentingnya Menjaga Umat
Menurut Kyai Tubagus Sehabudin Assa’idiy, menjaga umat adalah tanggung jawab besar yang harus diemban oleh para pemimpin pesantren. Banyak bisikan dan godaan yang dapat menyesatkan umat dari jalan kebenaran. Oleh karena itu, kepemimpinan pesantren diperlukan untuk membimbing dan mengarahkan umat agar tetap berada di jalan Allah.
Ketika ditanya mengenai langkah konkret dalam menjaga umat, Kyai Tubagus menjelaskan pentingnya hak talqin tarekat. Melalui tarekat, seseorang secara hakiki sudah berpegang teguh pada tali Allah. Dengan demikian, mereka akan terlindungi dari godaan Dajjal Al-Masih, sang penipu ulung di akhir zaman.
Kepemimpinan Pesantren untuk Bangsa
Lebih lanjut, Kyai Tubagus menekankan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan kepemimpinan pesantren untuk menjaga kekokohan moral dan spiritual. Kepemimpinan ini berperan penting dalam menjalankan program-program yang bertujuan mewujudkan janji-janji kemerdekaan.
“Pesantren harus berani mengambil peran di tengah. Jangan lagi hanya bermain di pinggiran,” tandas Kyai Tubagus. Pesantren harus hadir sebagai poros perubahan, memperkuat moral bangsa, dan menjadi pelita di tengah tantangan zaman.
Dengan pendekatan kepemimpinan yang aktif dan penuh semangat melayani, pesantren dapat menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan beriman. Wallahu a’lam.
Views: 2







