Penulis Soleh, Ketum BABAD BANTEN
Awal Kekaguman yang Berubah Menjadi Kekecewaan
Timnas Bahrain baru-baru ini menjadi sorotan, bukan karena prestasi gemilang atau permainan sepak bola yang memukau, tetapi karena kelicikan dan keculasannya. Bahkan, sikap mereka dinilai mencerminkan kepengecutan yang membuat banyak pihak merasa jengkel.
Awalnya, saya mengira Timnas Bahrain adalah tim yang menjunjung tinggi sportifitas dan semangat fair play. Harapan itu didasarkan pada asumsi bahwa sebagai sesama negara sepak bola, mereka memahami pentingnya menjalin persaudaraan antarbangsa. Namun, kenyataan berbicara lain.
Sportivitas Timnas Timur Tengah yang Kontras
Meskipun banyak tim dari Timur Tengah terkenal dengan permainan kerasnya, mereka tetap menunjukkan sportivitas dan rasa hormat di lapangan. Tim seperti Irak, Arab Saudi, Iran, dan Turki sering memberikan teladan bagaimana bersaing secara sehat tanpa melupakan persaudaraan. Indonesia pun tetap menghormati mereka meskipun kalah dalam pertandingan.
Namun, hal ini berbeda dengan Bahrain. Bukannya menjunjung nilai-nilai tersebut, mereka justru terjebak dalam tindakan-tindakan yang mencederai semangat olahraga.
















