Tentang Kopdes dan MBG, Pak Prabowo harus lebih tegas lagi
Tangerang, Jum’at 22/08/2026 (babadbanten.com).
Bagian Pertama, tentang Kopdes
Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo yang disebut-sebut dengan Istilah Prabowonomic sangat menarik.
Dalam mengimplementasikan gagasan “Prabowonomic”, Presiden Prabowo membangun dua klaster yang berbeda tapi memiliki efek domino yang sangat besar bagi perubahan wajah ekonomi bangsa.
Pertama, klaster Basis Rakyat Bawah (Proletar). Di klaster ini Pak Presiden Prabowo membangun Kopdes sebagai katalisator dan dinamisator ekonomi Desa atau basis ekonomi rakyat bawah.
Keberadaan Kopdes–seandainya benar-benar bekerja sebagai katalisator dan Dinamisator ekonomi Desa– akan menggerakkan ekonomi Rakyat Bawah.
Perputaran ekonomi dan juga duit di desa dengan sendirinya akan mendorong kehidupan ekonomi warga desa.
Disisi ini, agar Kopdes berjalan sesuai skenario, Pemerintah Pusat harus melotot dengan teliti agar benih-benih ekonomi yang di tanam di kopdes bisa tumbuh dan berkembang.
Kita bisa membayangkan, seandainya program kopdes yang digadang-gadang oleh Pemerintahan Prabowo Gibran bisa berjalan di seluruh desa. Pasti ekonomi bangsa secara nasional akan kuat dan kokoh.
Kedua, klaster Elite. Dengan dibentuknya Danantara oleh Presiden Prabowo menjadi bukti nyata konsolidasi ekonomi bangsa sedang dikuatkan dan dikokohkan.
Penulis percaya, Danantara merupakan wujud dari jiwa nasionalisme Presiden Prabowo dalam rangka membangun kemandirian ekonomi bangsa. Prinsip Berdiri di kaki sendiri merupakan satu Trisakti yang diyakini oleh Presiden Prabowo. Dan Danantara merupakan wujud dari kesadaran itu.
Nah, jika dua klaster ini bergerak bersama dan bertemu disatu muara yang sama pasti wajah ekonomi bangsa akan berubah.
Teori ekonomi, besarkan konglomerasi kemudian nanti airnya akan menetes ke bawah gugur dengan sendirinya.
Teori ”Prabowonomic” ini merupakan tesis baru untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Jadi kita harus kawal tesis ”Prabowonomic” ini. Karena ini merupakan teori yang masuk akal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Bagian kedua, tentang MBG
Tidak ada alasan rasional yang kuat untuk menghentikan Program MBG.
Kalau masalahnya hanyalah telah terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh oknum yang berkhianat terhadap amanat penderitaan rakyat (Ampera) bukan berarti program MBG harus dihentikan.
Sebab secara logis dan faktanya, program MBG banyak dirasakan manfaatnya oleh rakyat bawah.
Menghentikan program MBG karena adanya penyimpangan-penyimpangan bukanlah pemikiran bijak. Tapi yang perlu dilakukan adalah sikap tegas dari Kepala BGN yang mendapat tugas dari Presiden untuk memastikan program MBG ini berjalan sesuai dengan standar nasional. Sehingga kelak dapat melahirkan generasi-generasi unggul bangsa di masa depan.
Visi besar program MBG ini adalah bangsa yang unggul. Bangsa yang unggul harus dimulai dari memberikan nutrisi yang berkualitas bagi generasi bangsa sejak dini.
Jadi mengawal program MBG dan Kopdes agar berjalan dan memberikan kontribusi positif buat rakyat Indonesia adalah sebuah kewajiban Fardu ‘Ain.
Buat kita rakyat Indonesia, Kebijakan Ekonomi “Prabowonomic” melalui Kopdas dan Danantara serta Perbaikan Nutrisi bagi generasi bangsa sejak usia dini sangat relevan dan insyaallah bangsa Indonesia bisa menjawab tantangan masa depan.(101)
Penulis Tubagus Soleh, Kepala Sekretariat Rumah Gerakan Siliwangi (RGS) Banten
Views: 8






