Beranda / Trending / Strategi Perjuangan Keluarga Kita

Strategi Perjuangan Keluarga Kita

Strategi Perjuangan Keluarga Kita

Tangerang, Selasa 25/02/2025 (babadbanten.com).  Memulihkan memory kolektif sebuah keluarga besar merupakan pekerjaan berat yang perlu sikap sungguh-sungguh, tekun, cermat, dan super optimis.

Tanpa dibarengi dengan sikap mental tersebut, besar kemungkinan cita-cita, impian atau keinginan membangun kembali kejayaan keluarga besar Trah yang sudah pernah ditorehkan oleh para leluhur hanya bualan omong kosong belaka.

Menghidupkan memory kolektif “kebesaran”, “kejayaan”, dan “kekuasaan” dari sebuah trah keluarga besar tidak bisa sendiri-sendiri. Sebab sangat rentan menjadi layu sebelum berkembang.

Kita harus bersama-sama, atau membangun kebersamaan yang saling mendukung, saling asih, saling asuh, saling Asah serta saling mewangian.

Karena tantangan dalam perjalanan, pergerakan dan perjuangan dijalan ini sangat penuh dengan onak dan duri. Kalau hanya cukup ingin tahu nasab dan ngurus buku nasab untuk dapat legalitas dari lembaga resmi yang bertanggung jawab, ya paling segitu saja. Tidak ada yang wah dan terlihat biasa-biasa saja.

Padahal perjuangan dalam menghidupkan memory kolektif Trah ini lebih dari sekedar ngurus buku nasab. Diperjalanan ini kita harus tahu Sejarah leluhur kita sendiri. Kita harus mempelajari kejayaan dan keruntuhan leluhur kita dan yang paling mendasar dari perjalanan ini adalah kita harus tahu jati diri kita sendiri.

Ada pepatah mengatakan, bila kau sudah mengenal jati dirimu, mengenal musuh-musuhmu, seratus kali kau berperang seratus kali kau menang.

Perlu edukasi yang kontinyu

Munculnya kesadaran sejarah dan berani mengambi Tanggungjawab peran kesejarahan leluhur perlu proses dan edukasi yang terus menerus tanpa henti, kontinyu dan kontinyuitas harus terjaga. Dalam Hal ini kita perlu belajar dari Bangsa Israel yang berjuang untuk terwujudnya mendapatkan “tanah impian yang dijanjikan’. Meskipun proses perjalanannya memakan waktu ribuan tahun tapi mereka tetap memegang teguh keyakinan akan masa yang telah dijanjikan buat mereka sebagai “bangsa terbaik’ di kolong langit.

Kita semua Tahu pada akhirnya keyakinan itu mewujud pada Tanggal 14 Mei 1948 di Tanah milik Bangsa Palestina. Tanah Milik Umat Islam Negara Israel resmi berdiri.

Begitulah kerja Iman,Keyakinan yang disertai dengan kerja keras, cerdas dan ikhlas serta militansi yang tidak memudar meskipun harus nyawa taruhannya.

Oleh Sebab itu, tidak juga berlebihan bila kita bilang, kita yakin, kita perjuangkan bahwa Kesultanan Banten Pasti akan tegak kembali dan menjadi rumah besar bagi umat Islam dunia dalam bingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila sebagaimana yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Amin. (Soleh Muda BABAD BANTEN).

Editor : Fitra

 

 

Views: 0

Tag:

Tinggalkan Balasan