Menu

Mode Gelap
Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa Belajar dari Pohon Bambu Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

Berita · 28 Jul 2025 01:14 WIB ·

Raden Aria Wangsakara, Pendiri Tangerang Pahlawan Nasional


 Raden Aria Wangsakara Penguasa Tangerang Pahlawan Nasional Perbesar

Raden Aria Wangsakara Penguasa Tangerang Pahlawan Nasional

Raden Aria Wangsakara, Pendiri Tangerang Pahlawan Nasional

Tangerang, Senin 28/07/2025 (babadbanten.com). Kiai Narantaka, Ki Luluhur, Ki Imam Haji Wangsaraja, Aria Lengkong, Aria Tanggeran I atau lebih sering disapa Raden Aria Wangsakara adalah Bangsawan Sumedang Larang yang lahir pada 1615 dari pasangan Pangeran Wiraraja bin Raja Geusan Ulun dan Nyimas Dewi Cipta binti Kidang Palakaran.

Dididik dengan didikan Sumedang Larang yang dikenal begitu erat dengan Tarekat Syattariyyah ditambah didikan dari Sultan Banten Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kodir di Kesultanan Banten bahkan kemudian melanjutkan menuntut ilmu hingga ke tanah suci Mekkah. Hal tersebut membuat beliau menjadi salah satu tokoh yang mempuni dalam ilmu agama, kepemimpinan, Politik hingga militer.

Cerita panjang Raden Aria Wangsakara sampai ke Banten karena ada sebab lain.  Beliau datang ke Kesultanan Banten pada tahun 1628 bersama 2 sepupunya yaitu Pangeran Suriadiwangsa II dan Aria Jaya Santika. Mereka brtiga tiba di Banten untuk menghadap sekaligus ingin mengabdi kepada Kesultanan Banten.

Atas kebijaksanaan dan kebijakan Sultan Banten Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kodir kemudian ketiga Pangeran dari Sumedang Larang yang juga masih keponakan Sultan Banten ketiga  Pangeran Sumedang ini diberi mandat di masing-masing ranahnya. Pertama, Pangeran Suriadiwangsa II menjadi wawakil Kabantenan, Kedua, Aria Jaya Santika dijadikan Papageur Djaja dan Ketiga Aria Wangsakara dijadikan kepala daerah dengan gelar Aria Lengkong yang berpusat di Lengkong Sumedang.

Kemudian tepat pada 13 Oktober 1632 (sekarang ditetapkan dijadikan Hari Lahir Kabupaten Tangerang) ketiganya dilantik oleh para Mangkubumi utusan Sultan Banten di Pasanggrahan Kaduagung yang kemudian wilayah tersebut  dinamakan “Tigaraksa” yang berarti tiga penguasa.

Kiprah Raden Aria Wangsakara dalam dunia internasional pernah menjadi utusan Sultan Banten kepada Syarif Mekkah (Syarif Zaed bin Muhsin) untuk mempererat hubungan Diplomasi pada tahun 1633. Sedangkan dalam keagamaan prnah menjadi Imam Besar Masjid Agung  Kesultanan Banten pada 1651. Kiprah beliau dalam militer menjadi panglima yang memimpin pertempuran Cisadane pada tahun 1654, menyerbu VOC dengan strategi Manuk Dadali pada 1658-1659 hingga merebut Sumedang dari kekuasaan Mataram pindah ke tangan Banten pada 1678 (dikenal sebagai Futuhus Sumedang), semuanya dilalui dengan gagah perkasa.

Raden Aria Wangsakara wafat pada 2 Sya’ban 1092 H/14 Agustus 1681 M pada usia 66 tahun Masehi/68 tahun Hijriah dimakamkan di TMP Lengkong Ulama, Pagedangan. Beliau merupakan pendiri Tangerang, diplomat ulung, Ulama, Panglima Perang dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.(redaksi babadbanten.com)

 

Editor : TS101

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN

4 Desember 2025 - 23:04 WIB

Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa

4 Desember 2025 - 03:46 WIB

Belajar dari Pohon Bambu

4 Desember 2025 - 02:35 WIB

Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat

3 Desember 2025 - 06:27 WIB

FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

3 Desember 2025 - 04:32 WIB

Untuk Apa Banyak-banyak Kawan

3 Desember 2025 - 03:51 WIB

Trending di Berita