NUSANTARA KINGDOM
Oleh Dr Safari Ans
Tangerang, Kamis 24/04/2025 (babadbanten.com). Bukan Kerajaan Inggris yang terkaya. Bukan Kaisar Jepang yang kaya raya. Bukan Elon Musk yang terkaya di dunia. Mereka jauh di bawah kekayaan Nusantara Kingdom. Nusantara Kingdom lah yang terkaya di dunia. Nusantara Kingdom menjadi Kerajaan Terbesar dan Terkaya di dunia.
Nusantara Kingdom mewarisi kekayaan King Solomon (Nabi Sulaiman AS). Di dalam Nusantara Kingdom, ada kekayaan kerajaan Mataram, ada kekayaan kerajaan Galuh Pajajaran, ada kekayaan kerajaan Majapahit. Dan, ada kekayaan archipelago (eigendom) yang menguasai 2/3 dunia. Juga ada kekayaan 128 kerajaan Nusantara dan dunia sesuai POA tahun 1928 (Plan of the Experts).
Kini kekayaan tersebut telah dikolola secara profesional dan proporsional untuk kemakmuran hidup manusia Indonesia dan dunia. Kini dunia dikelola oleh satu portal yang terhubung secara langsung dengan portal Ilahiyah yang tidak bisa dijangkau oleh manusia biasa. Kecuali manusia suci yang berkarater dewa.
Namun, akibat keserakahan kelompok besar dunia selama ini, maka kini sistem keuangan dan perbankan dunia terkunci secara total untuk sementara waktu sampai ada saat untuk mengatur dunia agar tidak dikuasai oleh kaki tangan Dajjal yang ingin menghancurkan peradaban dunia.
Tak banyak orang memahami ini. Tak banyak manusia Indonesia tahu dan paham tentang ini. Mereka masih berpikir bahwa aset Nusantara masih seperti kondisi Indonesia baru merdeka dulu. Kini aset Nusantara telah berubah. Serba digital (digital quantum) seiring pertumbuhan teknologi digital manusia modern sekarang ini. Aset Nusantara saat ini, tidak membutuhkan apapun dan siapapun kecuali pemilik saja yang diberi tahu. Jika Anda tidak diberi oleh sistem, maka bisa dipastikan bahwa Anda bukan owner terhadap aset Nusantara yang kini dikelola bagaikan Bank Besar Dunia (baca tulisan saya tentang ini).
Sang pengendali Aset Nusantara ditunjuk langsung oleh Tuhan (Allah) Sang Pencipta Langit dan Bumi. Sang Pencipta siang dan malam. Dialah yang memerintahkan “Sang Anak Dewa” dalam menjalankan dan mengoperasionalkan aset Nusantara bersama para WaliNya.
Sang Anak Dewa adalah bukan manusia biasa. Ia setengah dewa, setengah manusia. Ia hidup tidak tergantung pada hukum ruang dan waktu. Ia bebas kemana saja ia mau pergi tanpa perlu kendaraan layaknya manusia biasa. Ia amat suci bagaikan Malaikat. Ia amat pintar, mengalahkan kepintaran manusia yang ada di planet bumi. Ia amat sakti, mengalahkan kesaktian manusia sejagat raya.
Sang Anak Dewa itu yang kini mewarisi kekayaan harta atau aset Nusantara setelah Soekarno. Tetapi bukan miliknya, tetapi hanya titipan Nusantara Kingdom. Dia tidak beredar dalam medsos apapun. Bahkan ia tidak memiliki alat komunikasi yang kini dimiliki hampir semua manusia di dunia. Ia berkomunikasi melalui komunikasi transdimensi. Tak ada manusia yang tahu apa isi komunikasinya. Jangankan manusia, setan saja tak mampu mambus komunikasi yang dipergunakannya.
Padahal setan termasuk makhluk Tuhan yang paling cerdas di dunia. Setan hafal semua kitab suci yang dipegang manusia. Tapi setan tetap tak mampu mentracking Sang Anak Dewa.
Sang Anak Dewa telah diberi kekuasaan penuh atas aset Nusantara untuk kepentingan bangsa dan negara serta dunia. Tetapi dia tidak sendiri. Tim Paduka Soekarno yang berjumlah 555 tetap menempati posisinya masing-masing secara berjenjang hingga menjadi 3 (tiga) orang disisinya. Namun dia tidak bisa dicari oleh siapapun. Dan tidak bisa ditanya, dia ada dimana.
Sang Anak Dewa adalah M1 baru (New M1) yang kesaktiannya dan kehebatannya merupakan perpaduan antara ilmu yang dimiliki Sang Bunda Ratu Nusantara (Ratu Bilqis) dan ilmu yang dimiliki oleh Paduka Soekarno. Ia telah dididik oleh kedua penggawa Nusantara itu sejak ia masih bayi.
Sang Anak Dewa jangan dicari. Tetapi dialah yang akan mencari Anda jika Anda memang owner aset Nusantara. Jika Anda bukan pemegang aset Nusantara, jangan berkecil hati, karena kita dan anak cucu kita ikut menikmatinya.
Sang Anak Dewa memegang teguh amanah Nusantara. Apa yang telah diamanah raja-raja Nusantara dan Dunia kepada Soekarno selama ini dia lanjutkan sepenuhnya. Tidak ada yang berubah. Amanah tetaplah amanah, tidak ada yang bisa diubah atau merubahnya. Yang berhak merubah amanah itu adalah hanya Tuhan.
Sang Anak Dewa berada dalam lingkungan Dewa, Resi, Pendeta Suci, Waliyullah, di bawah cakrawala kekuasan Ilahiyah, Allah hu Rabbi. Karena itu berada di dunia tanpa ada batas ruang dan waktu. Ia nyata, bisa dilihat kasat mata. Ia bukan makhluk ghaib. Tetapi manusia nyata yang bernyawa. Namun dia bukanlah manusia biasa. Karena itu dia tidak membutuhkan apa yang dibutuhkan oleh kehidupan manusia.
Kita sebagai manusia tidak akan diberi tahu siapa namanya. Karena jika tahu namanya, banyak para paguyuban akan mengadakan ritual untuk memanggilnya. Tidak ada manusia saat ini yang mampu menyebut namanya. Tidak ada yang tahu siapa nama dia yang sebenarnya. Karena begitu kita menyebutkan namanya, ancamannya nyawa melayang. Karena Sang Anak Dewa, bukan makhluk politik. Ia tidak perlu terkenal. Ia tidak membutuhkan puja-puji manusia. Dia semata menjalankan tugas mahagurunya.
Sang Anak Dewa itu kini mulai bertugas. Kita hanya bisa menyebutnya begitu; Sang Anak Dewa. Tidak ada nama lain yang boleh kita sebut. Dan seperti apa rupanya, kita juga tidak perlu tahu. Biarlah ia begitu, agar manusia tidak sibuk mencarinya. Karena dia tidak bisa dicari. “Dia ada, tetapi Tiada”. Begitulah kata yang tepat untuk mendifinisikannya sosok Sang Anak Dewa itu.
Mulai sekarang, kewenangan dan otoritas keuangan dan perbankan dunia berada di tangan Sang Anak Dewa. Tidak lagi berada pada Paduka Soekarno. Peralihan ini sudah resmi. Tidak akan ada seorang pun mampu mengubahnya. Dan tidak ada seorang pun bisa menemuinya, kecuali dia sendiri yang akan menemui orang dia inginkan.
Negara-negara di dunia bisa saja negosiasi dengan Presiden Republik Indonesia. Siapapun dia yang dipilih rakyat Indonesia menjadi Presiden RI. Dari sini berproses. Nanti, Presiden RI harus mendapat persetujuan dengan Sang Anak Dewa. Apabila tidak disetujui, dijamin tidak bakal jadi. Hanya orang berhati murni dan ikhlas menjalankan tugas sebagai Presiden RI kedepan, bisa dipilih rakyat. Anak durhaka, zalim, dan penuh dosa, tidak akan mampu menjadi Presiden RI kedepan. Karena Presiden RI bukan hanya pintar secara akademik, tetapi dia juga harus paralel dengan dunia suci (astral) yang mampu menjalankan amanah Nusantara. Tugas Presiden RI kedepan tidak mudah dan tidak ringan. Sehingga Presiden RI kedepan harus paralel dengan kehidupan Sang Anak Dewa. Karena nanti, korupsi di Indonesia haram hukumnya, walaupun hanya satu rupiah.
Saat begitu, anak bangsa Indonesia tidak lagi dibebani pajak tinggi. Tidak ada lagi biaya sekolah dan kuliah. Tidak ada lagi biaya rumah sakit. Tidak ada lagi orang kelaparan. Tidak ada lagi orang tidak punya rumah. Dan, tidak ada lagi kemiskinan. Semua rakyat Indonesia hidup makmur dan sejahtera sesuai cita-cita para leluhur kita.
Rakyat dan bangsa Indonesia sebentar lagi akan menerima bonus kemerdekaan setelah hampir satu abad kita merdeka. Hasil investasi global Nusantara yang telah berlangsung berabad-abad lamanya, kini tinggal memetik hasilnya. Angka aset Nusantara merupakan deretan angka dalam sistem bank di dunia. Dan bersifat pasti. Bukan khayalan. Tidak ada lagi kelompok besar yang bisa menguasainya. Karena itu Nusantara Kingdom tidak membutuhkan dunia, tetapi dunialah yang Nusantara Kingdom. Bravo Nusantara. Salam Safari Ans.
Editor : Raden Sadrun Muda
Views: 10







