Umat Islam dan Ketidakadilan di PBB
Struktur kekuasaan PBB sering dianggap tidak adil bagi umat Islam. Tidak ada negara yang secara tegas mewakili kepentingan umat Islam di forum internasional ini. Akibatnya, tragedi yang menimpa umat Islam, seperti di Palestina, Bosnia, Irak, dan Afghanistan, sering kali tidak mendapatkan pembelaan yang kuat.
Hak veto kerap digunakan untuk mengamankan kepentingan negara tertentu, bukan untuk melindungi hak-hak umat Islam. Contohnya adalah ketidakmampuan PBB membela hak hidup bangsa Palestina.
Posisi Indonesia
Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, seharusnya memiliki peran yang lebih besar di PBB. Sebagai bangsa yang merdeka sejak 17 Agustus 1945 dan berkontribusi secara signifikan terhadap dunia, Indonesia layak menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Selain itu, Indonesia konsisten mendukung Palestina dan menolak hubungan diplomatik dengan Israel. Sikap ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam membela keadilan internasional.
Membangun Tatanan Dunia Baru yang Adil
Apakah memungkinkan tatanan dunia baru tercipta tanpa perang? Jawabannya ada di tangan kita. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mereformasi struktur Dewan Keamanan PBB dengan menambahkan keanggotaan tetap yang mewakili umat Islam dunia.
Indonesia, sebagai negara dengan komunitas muslim terbesar, memiliki legitimasi kuat untuk mengambil peran ini. Dengan demikian, tatanan dunia baru yang lebih adil dapat diwujudkan tanpa harus melalui peperangan.
Harapan untuk Masa Depan
Kita berharap perubahan dunia dapat terjadi secara damai, tanpa konflik yang merusak. Dengan keadilan yang terwujud di tingkat global, perdamaian dan harmoni antarbangsa akan lebih mudah dicapai. Semoga Indonesia dapat berperan lebih besar dalam membangun tatanan dunia baru yang berkeadilan.
Amin.
Views: 0





