Catatan Sufi Syeikh Tubagus Fahman Arafat Rois JATMAN Wustho Banten
Pandeglang (babadbanten.com). Jangan mengaku dzurriah Sultan Banten kalau tidak bertarekat, karena buyut-buyutnya dulu ahli tarekat.
Tarekat di Banten semuanya sama, dari Banten, Tanara, cikadueun, caringin, cibuntu sampai ke pamijahan. Dan para pendiri organisasi masyarakat semuanya bertarekat, dari Syeikh Hasyim Asy’ari, Kyai Haji Ahmad Dahlan, ibnu Hilwan ayahandanya Buya Hamka dan lain sebagainya. Begitu juga guru-gurunya semuanya bertarekat. Kita sebut saja misalnya Syeikh Nawawi Tanara al-Bantani, Syeikh Jaha Anyer, dan Syeikh Abdul Karim Tanara al-Bantani hingga sampai ke Syeikh Ahmad Khotib Sambas Kalimantan dan para guru yang lainnya.
Seperti halnya sholat, harus cukup syarat dan rukunnya. Begitupun dengan dzurriah Banten, syaratnya adalah bertarekat. Tarekat adalah jalan yang diberikan oleh guru kepada gurunya yang bersambung silsilah sanad ruhaninya sampai kepada guru-gurunya yang tertinggi sampai kepada Rosulillah Shollallohu’Alaihi Wasallam dan malaikat Jibril ‘alaihissalam kepada Robbul-arbaab wamu’tiqurriqob huwalloh subhanahuwata-ala.
Tidak ada yang lebih mengakar di bumi Banten kecuali tarekat-Nya. Dari syari’at, tarekat, hakikat, ma’rifat, insan kaamil, kaamil mukammil dan haqiiqilkaamil. Dan betapa agungnya karomah para auliya Alloh dan Maha Agung Alloh.
Tarekat itu semuanya diambil dari guru yang haqiqi, dengan cara berkhidmat kepada guru dan ahli kesempurnaan. Tarekat adalah jalan ruhani untuk sampai kepada yang dicarinya dan jalan untuk sampai kepada yang ditujunya yaitu ma’rifat yang robbaani atau jalan untuk sampai kepada ma’rifat yang haqiqi. Dan siapa yang baik khidmatnya pasti akan mendapatkan kemuliaan lantaran gurunya hakikatnya dari Alloh Ta’ala. Karena itu Khidmat adalah ibadah. Syariatulloh, thoriiqotulloh, haqiiqotulloh, ma’rifatulloh. Wallohu’alam.
Views: 2







