Jangan Menjadi Kader Amatiran
Tangerang, Kamis 10/09/2026 (babadbanten.com). Judul tulisan ini terinspirasi oleh ungkapan bijak GusDur. Beliau pernah mengatakan, umat Islam Jangan Menjadi Umat Amatiran.
Sebagai Kader Bangsa yang sedang mengopeni Ormas BABAD KESULTANAN BANTEN ungkapan Gus Dur tersebut menjadi pencerah buat pribadi dan organisasi.
Ungkapan yang sederhana, engga pake njelimet, enak di dengar di telinga namun bisa menjadi panas di hati bila punya pikiran sumbu pendek.
Ungkapan Gus Dur bila kita telisik lebih dalam, merupakan penggambaran yang jelas terhadap sosio politik dan kultural bangsa Indonesia wabil khususnya Umat Islam. Wabil Khusus lil Khusus lagi Umat Islam akar rumput atau wong cilik.
Sebagai Pemimpin Umat yang Tangguh, Visioner, Kritis, Cerdik dan Tegas, ungkapan Gus Dur tersebut merupakan rambu dan alarm bagi umat. Artinya, kita bisa memaknai bahwa rakyat dan khususnya kita sebagai Kader Bangsa harus terus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri baik secara Spiritual, Material dan Mental.
Kapasitas Spiritual sebagai Kader bangsa wajib terus di upgrade. Tanpa batas waktu dan tempat. Semakin kita tekun dalam melatih jiwa pikiran dan perasaan kita, penulis percaya, kelak kita akan diberi anugrah kemampuan bisa membaca tanda tanda zaman sekaligus mampu membaca realitas di balik realitas.
Kapasitas Spiritual ini sangat penting bagi Kader Bangsa seperti kita. Karena ini menyangkut umat dan bangsa. Keselamatan umat dan Bangsa sesungguhnya terletak pada pemimpin yang memiliki kapasitas spiritual yang mumpuni.
Pemimpin yang lahir dari proses “jual beli” suara tidak bisa dan tidak akan mampu untuk melakukan perbaikan umat dan bangsa sebagaimana yang kita harapkan.
Malah bisa jadi pemimpin hasil “jual beli” suara akan terjebak pada lingkaran busuk “kekuasaan”.
Bukankah kita sudah banyak melihat faktanya. Mereka terlihat wah namun ternyata tanpa memiliki perasaan malah melakukan tindakan amoral berupa money politik dan jual beli posisi jabatan.
Jabatan yang menjadi amanah seharusnya digunakan untuk mempercepat proses pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Bukan digunakan untuk memperkaya diri, keluarga dan kroninya.
Bila kapasitas Spiritual sudah kita miliki maka kapasitas Material dan kapasitas Mental sebagai kader bangsa dengan sendirinya akan berjalan seiring.
Dengan tiga kapasitas tersebut dan selalu ditingkat secara istiqomah kualitasnya, penulis percaya kita semua akan menjadi Kader Umat dan Bangsa dalam menegakan Panji-panji Islam Rahmatan lil Alamin sebagaimana para Walisongo menegakannya di Bumi Pertiwi Nusantara yang sekarang bernama Indonesia.
Semoga kita tidak menjadi Kader Amatiran dan Ambekan dalam mengibarkan bendera Merah Putih sebagai Jam’iyah maupun sebagai Jamaah. Amiin. (Tubagus Shoodrun)
Editor : Shoodrun
Views: 3






