Oleh KH Tubagus Sehabudin Assa’idy adalah Waktal PPS Sirnarasa Abah Gaos dan Pengasuh Pesantren Daarussa’adah Jatiuwung Kota Tangerang Banten
Tangerang (babadbanten.com). Sungguh sangat menggembirakan kita semua. Generasi Baru Tarekat di Banten telah bangkit kembali. Tubagus Fahman Arafat dzuriat dari mama Kyai Agung Asnawi Caringin Banten saat ini menjadi Rois JATMAN Wustho Banten (versi) kepengurusan Abah Luthfi.
Penulis tidak akan mengomentari tentang Polemik kepengurusan di JATMAN yang saat ini menjadi rumah besar bagi Para Ahli Tarekat Ahlussunah wal Jama’ah di Indonesia. Sampai ada keputusan tetap dari Idaroh Aliyah kepada Idaroh Wustho Banten.
Penulis ingin menyampaikan pemikiran bahwa dengan tampilnya kembali para dzuriat dari para Kyai Agung dan Para Syeikh Mursyid Tarekat di Banten di wadah besar ahli tarekat merupakan tanda yang terang benderang signal telah lahirnya generasi baru tarekat di Banten.
Pola dan tradisi Tarekat di Banten sangat berbeda dengan daerah lainnya. Hal ini menjadi kekuatan dan kekhasan tersendiri bagi Tarekat Banten. Seperti yang kita ketahui bersama, Tarekat di Banten cenderung lebih tertutup. Sedangkan di daerah lain pengamal tarekat lebih terbuka. Tarekat bukan lagi sesuatu yang harus disembunyikan. Siapapun berhak talqin tarekat atau siapapun berhak mengambil hal talqinnya.
Bila kita merujuk kepada kisah Mama Agung Syeikh Asnawi Caringin, beliau sudah di talqin di usia 7 tahun dan terus digembleng dan menggembleng diri di Tarekat yang diasuh oleh Maha Guru TQN Banten Syeikh Abdul Karim Tanara Banten.
Bila hasil berkualitas adalah sangat wajar sebab proses dan pola pembinaan tarekat yang dilalui oleh Mama Agung Syeikh Asnawi Caringin memang sangat luar biasa.
Tarekat bukan hanya berdzikir sebagaimana yang sering kita dengar dan ikuti. Namun lebih dari itu Tarekat adalah jalan kita untuk bisa wushul kepada Allah SWT. Siapapun hamba, cita-cita terbesarnya adalah bisa wushul kepada Allah dan mendapatkan syafaat kanjeng Nabi Muhammad SAW. Untuk itu Tarekat adalah solusi untuk bisa meraih impian tersebut.
Insyaallah dengan bangkitnya generasi baru tarekat di Banten kita kembali mensyiarkan Tarekat sebagaimana para pendahulu kita berdakwah. Amin.(red/ts/101)
editor soleh dan fitra
















