Beranda / Trending / Akhirnya Aku Temukan Jalan Rahasia Itu

Akhirnya Aku Temukan Jalan Rahasia Itu

Akhirnya Aku Temukan Jalan Rahasia Itu

Tangerang, Kamis 16/07/2026 (babadbanten.com). Hujan Deras membasahi bumi Banten. Diiringi oleh dayang-dayang kilat dan halilintar. Serta didampingi Pasukan angin yang terlatih mengetuk pintu kamarku. Aku menggigil kedinginan. Kamar kecil tempat aku merebahkan diri cukup untuk aku berlindung dari Hujan yang begitu Deras malam itu.

Nyamuk-nyamuk yang biasa menggoda telingaku di waktu gelapnya malam, malam itu tidak ada yang berani bersuara. Semuanya kinyep. Mungkin karena gemetar mendengarkan bunyi halilintar yang selalu terdengar menggelegar.

Aku pun tidak bisa berbuat banyak. Hanya diam. Gelisah hatiku, kacaunya pikiranku, serta perasaan yang selalu mentok dengan gejolak jiwaku membuatku nyaris menyerah.

Padahal aku berusaha sekuat tenaga berdzikir, bahkan dengan sekeras suaraku. Tetap saja aku harus terhempas dalam ketidakpastian dan kebingungan pikiran, Hati, perasaan, dan tindakan.

Aku merasa, diriku adalah budak. Bukan tuan mereka. Aku benar-benar tidak berdaya. Aku dalam kendali mereka. Siapa yang mengendalikan aku pun tidak tahu. Mengapa kendalinya begitu kuat kokoh nyaris tak tergoyahkan.

Dalam ketidakpastian dan ketidakberdayaan itu, aku pasrah total. Pilihannya cuma satu : aku minta mati. Tujuannya agar aku terbebas dari kendali shaddaw master. Dan paling minimal tidak, aku tidak menambah dosa hidupku. Begitulah pikiranku saat itu.

Dalam remang malam, ditemani hujan, tepat malam Jum’at 17 ramadhan di kamar yang gelap aku memohon kepada Allah SWT minta mati. Ya, aku minta mati. Aku pasrah. Dan sangat siap.

Setelah selesai berdoa, secara perlahan-lahan aku rasakan hawa dingin mulai merayap dari bawah telapak kakiku, terus merambat ke atas. Aku amati dengan tenang. Aku rasakan rambatannya. Biarlah malam ini malam terakhirku di dunia. Pada bulan Ramadhan. Malam 17 ramadhan malam Jum’at.

Dengan duduk tenang, aku mengatur napas pelan-pelan. Keluar masuk hidung aku rasakan sensasinya. Sembari aku amati hawa dingin yang terus merambat naik. Kaki aku pegang. Sudah dingin, terus perut juga merasakan hal yang sama. Sekarang hawa itu merambat keatas ke kepalaku.

Aku pejamkan mata, aku rasakan rambatannya. Dengan tetap tenang aku menunggu detik-detik akhir keputusan Tuhan. Apakah malam ini adalah malam terkahirku, ataukah kesempatan hidup keduaku.

Dengan bersila duduk bahu tegak. Aku merasakan rambatan itu lenyap. Rasa sakit, dan kekuatan yang mengendalikan diriku aku merasakan tidak sekuat sebelumnya. Ya malam itu aku merasakan kemenangan pertama bertarung dengan kekuatan shaddaw master diriku sendiri.

Jujur saja, waktu itu aku belum paham apa namanya. Yang aku paham bahwa aku di ganggu oleh kekuatan dari luar diriku sendiri. Ya orang sekarang bilang, dikerjain oranglah. Begitu yang aku pahami saat itu.

Seiring waktu, aku terus menelusuri, mencari tahu, dan terus belajar tentang “shaddaw master” ini. Aku pikir kekuatan ini harus aku usir dari dalam diriku sendiri. Karena sudah sangat menggangu diriku selama ini.

Aku mulai percaya dan yakin bahwa aku bisa “mengalahkan” “shaddaw master”. Aku pun begitu bersemangat mengikuti semua penjelasan dan nasehat dari orang linuih. Meskipun tidak semuanya bisa dipraktekkan dan bisa digunakan untuk melawan kekuatan “shaddaw master” yang misterius.

Kesungguhanku mencari jawaban dengan memohon Pertolongan dan perlindungan Allah akhirnya terjawab dengan terang benderang. Bahwa yang selama ini aku anggap “shaddaw master” kekuatan misterius yang merusak diriku adalah anugerah dari Tuhan yang Maha Dahsyat untuk diriku.

Secara perlahan akhirnya aku menemukan jalan rahasia tersebut. Dan endingnya sungguh membuatku Bahagia. Semangat lanjut perjuangan…!!!

Cerpen Tubagus Soleh, Kepala Sekolah Tubagus Philoshopi School

Views: 7

Tag:

Tinggalkan Balasan