Iran Berperang Karena Ideologi, Amerika Berperang Karena “Sekerat Roti”
Tangerang, Ahad 05/04/2026 (babadbanten.com). Mengapa Pemimpin Iran dan para Tentara Iran berperang dengan gagah berani tanpa takut Mati? Sedangkan Presiden Trump dan tentara Amerika terlihat tidak bernyali ketika berperang? Bahkan merengek dan nangis ketakutan?
Bahkan sekelas Presidennya, Trump begitu cepat gemeteran ketika melihat fakta bahwa Tentara Iran lebih militan, lebih gagah berani bahkan siap syahid di medan perang. Sementara Trump melihat tentara Amerika tidak terlihat sangat gigih dan siap mati membela “negara”. Sehingga dengan gemeteran Trump cepat-cepat mengajukan permohonan gencetan senjata kepada Iran.
Tentu kita melihatnya sangat aneh. Begitu rapuhnya mentalitas Tentara Amerika berperang melawan Iran.
Ketika kita melihat fakta begitu, pertanyaan kita sederhana apa yang membuat Pemimpin Iran dan tentaranya begitu siap mati dalam berperang dan mengapa Pemimpin Amerika dan tentaranya begitu gemeteran maju ke garis depan peperangan?
Untuk menjawabnya, kita bisa runut dari sejarah kedua bangsa. Iran memiliki sejarah yang sangat mewah sebagai bangsa Arya. Gen yang diyakini memiliki keunggulan dari bangsa lainnya. Pernah menjadi imperium yang menguasai dunia.
di era modern, Republik Islam Iran lahir dari pertarungan ideologi. Islam vs Barat. Dalam pertarungan tersebut Ideologi Islam menang. Rezin Pahlevi yang menganut Baratisme runtuh.
Ideologi Islam kokoh di Iran sekarang ini bukanlah “gratisan”. Tapi hasil dari perjuangan, pertarungan, dan pertandingan yang teruji oleh waktu. Maka kita tidak perlu kaget jika Republik Islam Iran berdiri kokoh meskipun badai politik, ekonomi, sosial budaya selalu dihantamkan kepada Iran oleh Barat.
Sementara Amerika Serikat, kemerdekaannya pun karena belas kasihan Kerajaan Inggris. Seandainya Inggris ngotot mustahil Amerika menjadi negara merdeka. Ideologi yang tumbuh pun bukanlah hasil dari proses yang apik. Bukan hasil dari perjuangan, pertarungan dan pertandingan yang dimenangkan dengan darah dan air mata. Tapi karena ada kepentingan “elite global” yang berkepentingan.
Maka sejak menjadi negara, Amerika Serikat kerjanya berperang dan menciptakan perang agar bisa mengeruk dan menguasai kekayaan bangsa-bangsa di dunia.
Hal yang sama persis kita dengar seperti yang diungkapkan oleh Trump dengan gamblang bahwa mereka berperang dengan Iran karena ingin menguasai Minyak Iran. Bukan karena masalah lain.
Seandainya Iran takut dengan gertakan Amerika kemungkinan tidak ada perang horizontal Iran vs Amerika Israel. Tapi Iran bangsa pejuang. Bangsa Petarung. Bangsa yang memiliki perisai Ideologi Islam yang kokoh.
Buat Trump dan Netanyahu sebelum terlambat dan kalah perang dengan Iran, pilihan yang paling rasional cuma satu : Menyerah dan ngaku kalah kepada Iran dan Dunia. Dan Kembali ke jalan yang benar. (101)
Editor : Mas Saenoen
Views: 5







