Sang Sultan
Jadilah Pintar di kehidupanmu hari ini
Dalam Mazhab Perubahan sosial, runtuhnya suatu pemerintahan atau negara bila hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Begitu juga bila pejabatnya sudah menjadikan korupsi sebagai hobi. Dan tentu saja moral di masyarakat sudah hancur lebur.
Dalam sejarah kekuasaan di Nusantara dan di Indonesia belum ada orang yang berkuasa hingga seratus tahun.
Dalam catatan sejarah kita hanya baru seorang yang bernama Soeharto Presiden Republik Indonesia ke 2 yang mampu berkuasa selama 32 tahun. Penguasa terlama di bumi Nusantara.
Sedangkan di era modern demokrasi, batas maksimum menjadi penguasa tidak lebih dari 10 tahun. Se maju apapun dia dalam berkuasa pasti mentok diangka 10 tahun.
Sedangkan untuk negara memiliki siklusnya sendiri. Kesultanan Banten misal berdiri tahun 1526 memiliki kedaulatan penuh sebagai negara hingga tahun 1683 di masa kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa.
Selepas dari kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa, Kesultanan Banten menjadi vasal Kekuasaan VOC di Batavia hingga hilangnya legitimasi Politik di tahun 1813 era Sultan Muhammad Shafiuddin.
Fakta Politik memang pahit. Tapi kita harus berani menerima fakta politik dan sejarah yang objektif agar kita sebagai generasi bangsa tahu posisi politik kita saat ini.
Kehilangan legitimasi politik sangat menyakitkan. Semua penguasa dari antek-anteknya pasti merasakan hal yang sama.
Bila pun ada gerak batin yang mengharuskan mempelajari naskah sejarah leluhur, itu harus dilandasi oleh kesadaran murni tanpa dendam sejarah.
Kita masih beruntung. Meskipun secara simbolik kekuasaan leluhur sudah tinggal puing-puing. Tapi darah nasab leluhur masih terselamatkan melalui anak keturunan para Sultan Banten.
Alhamdulillah, hingga kini masih mengalir darah nasab disetiap putera puteri albantani. Dan ini adalah modal sejati yang bisa menggerakkan sejarah masa depan kesultanan Banten selanjutnya. (Bersambung).
Cerber Tubagus Soleh, Ketum Pucuk Umun BABAD BANTEN
Editor : Tubagus XVII
Views: 5







