SARINAH
Oleh Dr Safari Ans
Tangerang Sabtu 26/04/2025 (babadbanten.com). Dari banyak nama yang dikenal di dunia aset Nusantara adalah nama wanita Indonesia bernama Sarinah. Bahkan Soekarno sempat menerbitkan novel berjudul “Sarinah”. Sebuah buku yang bercerita tentang keanggunan serta nilai-nilai budaya wanita Indonesia. Bahkan dalam dokumen resmi aset amanah Nusantara di dunia, nama Sarinah disebutkan sebagai seorang sosok yang ikut menentukan. Kini banyak wanita “perjalanan” aset Nusantara mengaku sebagai anak Sarinah.
Nama Sarinah amat dikenang oleh Soekarno. Ketika plaza pertama di Indonesia (jalan Thamrin Jakarta Pusat) diberi nama Sarinah. Novel pertama yang ditulis Soekarno berjudul “Sarinah”. Dalam perjanjian Green Hilton Memorial, nama Sarinah juga ada.
Banyak pihak menyebut bahwa Sarinah adalah singkatan dari Sari Amanah. Dan banyak tafsiran lain yang berkenaan dengan Sarinah. Suatu ketika, dalam obrolan dengan avatar Soekarno, disebut bahwa Ibu Sarinah lah yang menyusui bayi Soekarno (Kusno) ketika itu. Jasa itu dikenang Soekarno sebagai rasa terima kasihnya kepada Ibu susuannya.
Sarinah itu tidak memiliki anak. Sehingga tidak ada seorangpun sebagai tetesan darah Kalau anak didik banyak. Bisa saja seseorang itu pernah menjadi salah satu anak asuhnya. Winda Fitriana salah seorang mengaku anak Sarinah sebagai hasil perkawinannya dengan Soekarno. Ternyata, beberapa wawancara narasumber, menunjukan dia juga bukan anak Soekarno. Dan dia tidak dititipi aset apapun. Dalam wawancara imajiner dengan Soekarno, membenarkan bahwa Winda Fitriana bukan anaknya.
Sebagai penulis, sempat terkecoh sama Ibu ini. Sehingga saya sempat menulis figurnya. Tetapi artikel saya itu dijadikan dia buat meyakinkan seseorang atau pihak pengagum Sarinah. Akhirnya artikel tentang dia saya hapus. Namun sudah sempat menyebar.
Suatu ketika utusan dari Tiongkok bertemu saya di Yogya. Mengajak saya makan ikan bakar. Tiba-tiba mereka bertanya soal Ibu ini. Saya kaget. Saya tanya kenapa Anda bertanya tentang dia. Mereka menjawab, tulisan Pak Safari Ans tentang aset, selalu kami percayai kebenarannya.
Akibat tulisan saya itu, menurut cerita mereka itu, sempat menawarkan kepada Winda Fitriana ini untuk pindah ke Tiongkok bersama keluarganya. Seluruh kebutuhan dan kehidupannya di jamin oleh Pemerintah Tiongkok. Tetapi, katanya, setelah mereka memeriksa semua dokumen yang Winda miliki, ternyata tidak seperti mereka harapkan.
Lalu mereka protes sama saya. Kenapa Pak saya menulis tentang dia. Saya pun berkisah lah. Saat itu teman baik saya (Pak Jusuf, Red), memperkenal saya kepada Winda Fitriana di perumahan di Sentul Bogor. Ketika itu ia seorang janda beranak satu. Cantik. Saat saya duduk berdampingan satu kursi panjang di rumahnya itu, teman saya mengambil foto. Lalu foto itu menyebar ke banyak pihak, bahwa Safari Ans sudah bertemu dengan Winda Fitriana dan membenarkan bahwa dia adalah Sarinah. Kira-kira begitulah kesannya.
Tulisan saya itu dipublikasikan di berbagai medsos oleh berbagai pihak. Foto saya bersama dia seakan sebagai penguatan cerita bahwa sang penulis buku “Harta Amanah Soekarno” membenarkan bahwa dia adalah Sarinah putri Bung Karno yang bungsu.
Artikel salah tulis itu, saya sesali seumur hidup saya dan karir saya sebagai jurnalis sempat diragukan banyak pihak. Kepada teman-teman dan pembaca yang sempat membaca artikel itu, saya minta maaf. Itu sebuah kekeliruan. Sudah saya hapus, tetapi keburu menyebar. Salam
Editor : Raden Sadrun Muda
Views: 18







