Polemik PIK 2: Hanya Narasi Provokasi? Tubagus Ma’ani: Mana Edukasinya untuk Warga?
Pentingnya Edukasi untuk Warga yang Terdampak Proyek PIK 2
Tangerang (babadbanten.com)
Polemik terkait PIK 2 masih belum reda. Narasi penolakan tampaknya lebih terdengar dibandingkan dengan suara yang mendukung atau netral.
Namun, yang menjadi perhatian utama adalah kurangnya edukasi yang menyentuh masyarakat. Warga yang langsung terdampak, seperti warga Kohod Pakuhaji dan sekitarnya, belum pernah mendapatkan edukasi yang memadai dari pihak manapun.
Pentingnya Edukasi bagi Warga yang Terdampak
KH Tubagus Ma’ani, Pengasuh Pesantren Al Fattah dan Waketum Pucuk Umum BABAD BANTEN, menyoroti pentingnya edukasi bagi warga yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK 2. Beliau menyampaikan kepada babadbanten.com, “Edukasi sangat penting agar warga memahami secara jelas tentang PSN PIK 2. Selama ini, informasi yang kami terima hanya berasal dari cerita-cerita di media sosial, dan itu sangat tendensius.”
Solusi Melalui Edukasi yang Produktif
Kyai Tubagus Ma’ani mengungkapkan bahwa untuk menghentikan polemik yang berlarut-larut, langkah edukasi sangat diperlukan. Beliau menyarankan diadakannya Forum Group Discussion (FGD) atau workshop untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat.
Pentingnya Kolaborasi Semua Pihak
Lebih lanjut, Kyai Tubagus Ma’ani menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak terkait, seperti pemerintah, pengembang PSN PIK 2, serta warga yang terdampak. “Tidak ada yang sulit untuk diselesaikan. Semua pihak harus duduk bersama untuk mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, bukan saling menghancurkan. Kami sepakat bahwa pembangunan harus bertujuan untuk mensejahterakan rakyat,” tambahnya.
Editor Soleh dan Fitra
Views: 0







