ASET NUSANTARA
Pergolakan antara Owner, Holder, Bank, dan Sistem Aset
Tangerang, 30/04/2025 (babadbanten.com). Banyak orang bingung, owner aset telah datang ke bank agar asetnya dicairkan. Tetapi kemudian, tidak bisa. Penjaga gudang juga bingung, uang cash sudah berada di kamar rumahnya bahkan sudah dititip pada bank tertentu. Tetapi, tetap belum bisa dipakai hingga kini. Sebabnya adalah mereka umumnya tidak tahu dan tidak paham, bahwa aset Nusantara kini punya sistem sendiri yang terkoneksi secara langsung kepada bank-bank di dunia yang beririsan dengan Aset Nusantara. Maka sebaiknya akuilah, pahamilah, dan gunakan sistem aset Nusantara itu. Karena sistem itu nyata dan kini sudah berkalu di seluruh dunia.
Jadi, dalam struktur aset Nusantara ada yang disebut “sistem”. Sistem bank aset Nusantara di pegang oleh M1. Caranya kerjanya bagaikan Bank Besar Dunia (baca tulisan saya tentang ini). Dalam sistem ini M1 sering disebut “Holder” atau “Garantor” dalam dokumen bank. Ia memiliki tim kerja sebanyak 555 orang yang tercanggih dibidangnya di seluruhnya. Sulit diketehui siapa saja mereka. Biasanya tim 555 dilambangkan dengan rokok 555.
Juga dikenal “Owner” atau pemilik aset. Biasanya yang menjadi owner pemegang aser adalah pada Raja dan turunannya. Dalam bank papan atas dunia, cucu atau cicit keruturunan raja tercatat amat baik. Jadi mereka tidak bisa dibohongi, siapa saja yang menjadi pemegang aset.
Antara “sistem” dan “owner” terikat pada kerja bank dimana pun aset itu berada. Pihak bank pun seperti UBS, RBS, Barclay, WellFrago, dan sebagainya tidak bisa mencairkan aset walaupun mereka telah berhubungan “Owner” nya. Karena proses pencairannya terikat pada “sistem” yang telah dibangun oleh M1. Sistem ini amat kuat jaringannya dengan menggunakan satu portal super canggih. Tidak ada hacker yang mampu menjebolnya. Karena ancamannya mati.
Pihak bank pelaksana sering tidak mengetahui adanya “sistem hantu” ini. Rekeningnya ada, ownernya ada, tetapi asetnya tetap tidak bisa dicairkan. Oleh karena itu sering kali para bankir papan atas dunia, menyebut sistem ini, sebagaj sistem hantu (Ghost System). Ghost System sebenarnya lebih mirip sebagai shadow system dalam sistem dan mekanisne bank di dunia. Sistem Hantu inilah yang mengendalikan dunia saat ini. Apabila dilanggar, hukumannya mati. Hacker yang mencoba juga akan mati. Kenapa? Karena sistem M1 ini berhubungan langsung dengan sumpah yang bersifat ilahiyah (pemegang hidup manusia) Melanggar, taruhannya mati. Itulah sistem yang dibangun M1.
Sejak tahun lalu, sistem ini sengaja dikunci total untuk sementara waktu, sehingga lembaga keuangan dan perbankan dunia kesulitan likuiditas. Ya dampaknya, negara-negara di dunia terpaksa lakukan efisiensi di berbagai bidang dan sektor.
Baik bank maupun owner tidak bisa mencairkan asetnya selama sistem masih terkunci seperti ini. Oleh karena perlu ada sebuah diskusi atau forum untuk membahas ini secara khusus apabila ada owner maupun bank mau mencairkan aset Nusantara.
Jadi aset Nusantara adalah sebuah sistem aset, bukan lagi sebagai aset biasa. Mengapa dibuat demikian? Dalam kurun waktu perjalanan aset Nusantara selama ini, selalu saja mau mencuri secara sistematik dan bersifat sistemik melalui berbagai modus yang dilakukan oleh kelompok bisnis dan perbankan besar di dunia. Bahkan lembaga-lembaga duniapun (World Bank Group) ikut terlibat.
Akibat sejarah kelam itu, maka setahun yang lalu sistem aset Nusantara terkunci secara total oleh M1 untuk sementara waktu sampai ada perundingan baru dengan pihak Nusantara. Kalau tidak ada upaya perundingan baru itu, mau sampai kiamat, sistem ini tidak dapat diubah, walau para bankir dan para owner sudah nangis darah menginginkannya. Karena sistem quantum aset Nusantara sengaja dibuat sadis dan kejam. Tindakan ilegal langsung mati. Yang bertindak salah, ditanggung sendiri akibatnya. Karena berbagai modus, berbagai konspirasi telah dijalankan untuk mencuri dan menghapusnya secara sistemtik.
Menyikapi kondisi ini, harus ada perundingan Tim M1 yang pegang sistem, para bankir yang mengelola rekening aset, dan owner atau para raja dan keturunannya, duduk satu meja untuk melakukan perundingan guna mencapai sebuah solusi. Tanpa usaha itu, aset Nusantara tidak akan tersentuh sampai kapanpun.
Jadi, owner aset tertinggi adalah King of Kings, pemegang sistem tertinggi adalah M1, kendali bank tertinggi adalah Bank Dunia, IMF dan BIS. Lalu M1 bersifat ada tapi tiada dan tidak tahu dimana keberadaannya, dan hanya Allah dan RasulNya yang tahu. Tetapi tim kerjanya nyata, sehingga bisa diajak berunding. Bravo Nusantara. Salam Safari Ans.
Views: 1







